Rabu, 21 Juli 2010

Allah Tritunggal Mengasihi Kita

Allah Tritunggal Mengasihi Kita

Amsal 8:1-4, 22-31
Maz 8
Roma 5: 1-5
Yohanes 16: 12-15

Dapatkah saudara menjelaskan apa yang dimaksud Allah Tritunggal? Bagi kebanyakan orang Kristen, Doktrin Allah Tritunggal adalah doktrin yang cukup membingungkan untuk dijelaskan. Bahkan banyak dari kita, yang telah sekian lama mengakui Allah kita sebagai Allah Tritunggal, juga tidak dapat menjelaskan apa dan bagaimana Allah Tritunggal itu. Ya, memang kita tidak dapat dengan mudah menjelaskan bagaimana ALLAH Tritunggal itu, termasuk tidak dapat mencari padanan yang dapat menjelaskan secara sederhana, dengan makna yang tepat. Tapi bukan karena kita memiliki doktrin yang tidak jelas, atau Allah kita merupakan Allah yang tidak sempurna loh! Lalu, bagaimana menyikapi berbagai macam pendapat yang membuat kita semakin bingung bahkan memojokkan kita sebagai umat Allah dan Allah yang kita sembah?

Tentunya, ketika kita mengakui Allah yang tritunggal, kita harus paham dengan benar mengapa Allah kita mendapat sebutan Allah Tritunggal. Tapi bukan berarti ketika kita pulang dari gereja ini, saudara merasa sudah mengenal dengan benar Allah yang kita sembah. Mengapa? Karena kita hanya mampu memahami Allah yang tak terbatas itu dengan keterbatasan kita memahami tindakan Allah sebagai manusia. Kita hanya mampu memahami karya Allah sebatas apa yang mampu kita pahami dengan cara pikir, pandang, pemahaman kita tentang siapa Allah, dan apa yang mungkin Ia lakukan dan beri bagi kita.

Tapi, jangan pesimis dulu. Tidak terlalu sulit kok bagi kita untuk memahami Allah walau pemahaman kita tidak akan penah menjadi sempurna. Hal pertama yang perlu kita sadari adalah pengenalan kita terhadap Allah bukan pengenalan yang semata-mata berasal dari diri kita (karena kita pandai, karena kita banyak membaca, giat berdoa dan lain sebagainya), namun karena Allah berkenan menyatakan diriNya kepada kita. Ia menjadi Allah yang senantiasa ingin mendekatkan diri, menunjukkan kasih setiaNya pada kita, agar setiap kita yang mengenalNya dapat hidup dalam perdamaian denganNya. Ia bukan Allah yang mencari popularitas, bukan juga menjadi Allah yang mencari sensasi. Ia hanya ingin kita tahu, bahwa Ia mengasihi kita lebih dari apapun dan kita begitu berharga di mataNya.

Kini, Apa buktinya? Sebenarnya kita tidak perlu bertanya lagi apa bukti Allah mengasihi kita? Karena Allah bukan kita yang lebih suka mengumbar kata-kata cinta tanpa mampu membuktikannya. Lebih dari itu Ia selalu memberikan yang terbaik kepada kita lebih dari apa yang dunia beri bagi kita, bukan? Namun karena kini kita hendak mengingat Allah kita yang adalah Tritunggal, mari kita coba memahami apa saja yang telah Ia perbuat bagi kita sebagai Allah yang Tritunggal:
1. Apa yang kita bayangkan tentang Allah Bapa? Adakah kita membayangkan Dia sebagai sosok yang besar, berbaju putih, bermahkota emas, berkumis dan berjanggut tebal layaknya Santa Claus, atau mungkin memiliki sorot mata tajam, dan senyuman hangat? Beberapa pandangan Kristen mula2 yang mengatakan bahwa Allah perjanjian Lama adalah Allah yang kejam dan penuh amarah. Ada juga yang mengatakan Allah yang kejam, dan lain sebagainya. Benarkah pendapat mereka itu? Amsal 8: 1-4, 22-31 menceritakan bagaimana Allah perjanjian Lama atau yang lebih kita kenal dan sapa sebagai Allah Bapa, ternyata bukan Allah yang kejam seperti yang banyak disimpulkan dan dinilai oleh beberapa kalangan. Ia adalah Allah yang menjadikan kita sebagai anak kesayangan, yang setiap hari dapat bermain denganNya, bahkan menjadi sumber kesenangan (baca: sukacita). Dapatkah kita membayangkan bahwa kita adalah sumber sukacita Tuhan? Ketika Tuhan melihat kita yang lucu, sedang tersenyum, atau belajar berjalan ia tersenyum sambil merentangkan kedua tanganNya? Ia adalah Allah yang menjadi Bapa kita, lebih dari bapa yang ada di dunia. Sebagai bapa sorgawi, Ia tidak hanya punya kuasa atas diri kita dan saya, baik itu kuasa untuk tetap membuat saya dan kita hidup ataupun pulang ke rumahNya, ia juga mendidik anak-anakNya, menghajarnya bila mereka salah, tahu dengan pasti apa yang mereka butuhkan dan bukan sekedar inginkan, dan yang terutama....berbeda dengan bapa atau ibu di bumi, Ia tahu dengan pasti apa yang terbaik bagi anak-anakNya.
2. Bila tadi saya mengajak kita membayangkan seperti apakah sosok Bapa, maka kini saya mengajak kita untuk membayangkan sosok Allah Yesus. Siapakah Yesus buat kita? Adakah kita menyebutnya Tuhan, Allah, nabi, tabib, sahabat??? Adakah kita membayangkan Yesus sebagai pria kecil hitam yang kekar, dengan rambut panjang dikuncir, kemana2 membawa perkakas kayu atau? Bagaimana sesungguhnya fisik Yesus mungkin tak perlu kita bahas panjang dan lebar ya... karena bagaimana tampak Yesus sesungguhNya tidak mempengaruhi dan merubah kasih dan karyaNya bagi manusia. Apa karyaNya? Untuk dapat sungguh2 merasakan karya Tuhan, pertanyaan ini mungkin dapat membantu kita, “ Bila kita adalah seorang pembunuh, yang setiap hari kerjaannya membunuh paling tidak 3 makhluk hidup, dan kita melakukannya sepanjang hidup kita, dan diakhir hidup kita Tuhan mengatakan kita tidak bersalah, bagaimana perasaan kita ?” “ Oh maaf itu tidak relevan bagi saya, saya tidak pernah membunuh!” Yakinkanlah diri kita bahwa sesungguhnya setiap hari kita membunuh, memang kita tidak membunuh dengan menggunakan pisau dapur yang ditusukkan di dada suami, isteri, anak, dan orang tua kita, tapi sayangnya lidah tidak bertulang dan kata-kata pedas yang sering kali kita katakan terhadap mereka itulah yang perlahan tapi pasti membunuh mereka. Membunuh kualitas mereka, sukacita, kedamaian, hingga menjadikan mereka makhluk yang tidak lagi dapat mengasihi dengan tulus, tidak berpengharapan dan tidak beriman. Yesus membenarkan kita, Yesus memberikan pengharapan dan perubahan hidup bagi kita, yang tidak dapat kita lakukan sendiri hanya dengan kekuatan dan kepandaian kita. Kita yang tidak berhak menerima kasih karunia, diberiNya kasih karunia berlimpah ruah.
3. Bagaimana dengan Allah Roh Kudus? Adakah Ia juga menjadi perwujudan kasih setia Allah kepada kita, manusia? Ya!! Dialah yang memampukan kita menjadi benar dan membuktikan kepada dunia bahwa kita adalah anak-anak Allah yang sudah dibenarkan, Krena pembenaran yang Ia berikan bukan ketika kita berada di alam maut atau di dalam penghakiman, namun kini, sekarang , ketika kita semua mengaku Dia sebagai Allah, Tuhan dan manusia.Roh kudus tidak bekerja nanti ketika kita sudah di alam kubur atau di hadapan taktha Allah untuk mempertangungjawabkan kehidupan kita bukan, namun Ia bekerja sekarang, disini, di hati kita. Jadi kita tidak hanya dibenarkan melalui karya Yesus namun juga dimampukan berlaku, berkata, benar menurut Allah.

Kini, apa lagi yang kurang? Ia menjadi Allah yang sempurna bagi setiap kita, tidak ada kekurangan dalam diriNya. Dalam ke-tritunggalanNya Ia menjadi Allah yang sempurna dalam karya penyelamatanNya, bagi dunia, lebih dari itu Ialah yang sanggup menyempurnakan hidup kita yang sering kali kita nilai tidak sempurna, tidak ideal. Bila karyaNya bagi kita adalah sempurna, bagaimana ia harus berwujud, berperan dan menyatakan diri bukanlah sesuatu yang harus kita perdebatkan. Karena Ia adalah Allah yang dapat berperan, berwujud, menyatakan diri sesuai dengan kehendakNya, dan tidak selalu dapat kita pahami dengan segala keterbatasan kita. Alkitab menuntun kita pada suatu keutuhan karya, bukan kepada bentuk dan wujud semata-mata. Jadi marilah kita pahami karyanya yang utuh sejak masa lampau, kini, hingga nanti, Ialah Alfa dan Omega!!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar