Jumat, 17 April 2009

Do What Jesus Do!


Kis 2: 41-47
Filipi 4:9
Kolose 3: 17
Wahyu 2:5

Pertanyaan:
1. Apa yang telah Yesus lakukan bagi kita?
2. Apa Alasan Yesus melakukan semuanya itu bagi kita?
3. Apa pentingnya bagi kita untuk melakukan apa yang Yesus lakukan?

Apa arti menjadi Kristen bagi kita? Adakah menjadi Kristen adalah menjadi orang-orang pilihan? Adakah menjadi Kristen adalah menjadi orang-orang yang diselamatkan?
Adakah menjadi Kristen adalah menjadi orang-orang beragama? Adakah menjadi Kristen adalah menjadi orang-orang spesial, yang bisa berkata bahwa:” kalian yang bukan Kristen tidak akan penah memperoleh keselamatan?” atau adakah menjadi Kristen adalah menjadi orang yang dibenci dan dimusuhi dunia? Apakah definisi kita terhadap Kekristenan kita?

Rekan rekan yang terkasih, menjadi Kristen bukan hanya soal beragama!Yesus datang tidak untuk menciptakan agama. Ia datang untuk mengajarkan bagaimana kita harus hidup sebagai ciptaan Allah yang segambar dan serupa denganNya. Ia melakukan apa yang disebut Teaching by doing, yaitu mengajar dengan cara memberikan contoh nyata. Jadi, janganlah kita menjadi seorang Kristen hanya untuk mengisi kolom di KTP, ijasah, rapot, atau hanya untuk sekedar formalitas belaka, ketika ada yang bertanya kepada kita: ”apa agamamu?”

Apa atau lebih tepatnya siapa sih yang disebut orang Kristen? Pertama kali, kata Kristen digunakan untuk menyebut jemaat mula-mula di Anthiokia. Sejak itu Kristen menjadi sebutan bagi para pengikut Kristus di seluruh dunia. Krkristenan bukanlah agama pada mulanya, namun sebuah gerakan; gerakan untuk saling melayani, saling memberi, saling mendoakan; gerakan yang hidup dalam kasih persekutuan, dan bertekun dalam ajaran para rasul. Mereka bertekun dan bersehati untuk berkumpul dalam bait Allah setiap harinya, memecah roti bersama dengan tulus hati. Dan yang terpenting adalah: mereka menjadi jemaat yang disukai semua orang (Kis 2: 47)

Adakah nilai-nilai yang mereka miliki sebagai jamaat mula-mula masih terdapat dalam diri kita sebagai orang Kristen masa kini, orang Kristen modern. Jangan-jangan bukan hanya nilai-nilai luhur Kekristenan mula-mula yang telah hilang dari kehidupan kita, namun juga kehidupan Kristiani tidak lagi menjadi sesuatu yang penting baik untuk dipertahankan ataupun dilakukan.

Apa sesungguhnya keistimewaan jemaat-mula-mula, sehingga mereka disuka oleh semua orang? Mereka yang menyatakan diri sebagai para pengikut Yesus, sungguh mempraktekkan apa yang Yesus lakukan dalam hidupNya. Pertama-tama sekali, Ia merendahkan diriNya hingga menjadi sama dengan kita yang dilayaninya, bahkan Ia menempatkan diriNya lebih rendah dari kita yang dilayaniNya. Hal tersebut juga diteladani oleh jemaat mula-mula. Mereka saling merendahkan diri satu dengan yang lain, dengan tidak memandang diri lebih penting, lebih kaya, lebih berkuasa terhadap yang lain. Apa buktinya? Buktinya adalah ketika mereka mau berbagi, menjual harta mereka dan membaginya dengan rata sesuai dengan kebutuhan. Baik itu kekayaan, makanan, apapun yang menjadi milik mereka, tidak menjadi sesuatu yang harus dipertahankan, namun menjadi suatu berkat bagi yang lain. Adakah kita mau berbagi? “ADA KAK... SAYA SUKA TRAKTIR TEMEN KO... SAYA JUGA SUKA KASIH MAKANAN SAYA, TAPI KALO ADA LEBIH...” Banyak remaja mengatakan suka berbagi dan memberi, mengapa? karena apa yang dimiliki saat ini sesungguhnya bukan milik pribadi, tapi milik orang tua. Akan beda, dan jauh lebih sulit rasanya ketika yang harus kita keluarkan adalah hasil jerih payah kita sendiri.

Kedua, Jemaat mula-mula adalah jemaat yang selalu rindu untuk belajar akan Firman Tuhan. Mereka berkumpul di Bait Allah bukan hanya untuk kongkow2, untuk sekedar bertemu dengan teman, bergosip, atau untuk melarikan diri dari tanggung jawab di rumah. Yang mereka lakukan adalah untuk belajar tentang Firman Tuhan dan untuk berdoa. Dengan Firman yang setiap hari mereka dengar, mereka menjadi orang-orang yang hidupnya, baik perkataan dan perbuatan mereka dikuasai oleh Firman Tuhan. Yesus sebagai Tuhan dan manusia, juga melakukan hal yang sama. Bukan berarti karena Ia adalah Tuhan, maka Ia tidak perlu lagi untuk belajar dan berdoa. Pada usia 12 tahun Yesus juga datang ke Bait Allah untuk mendengar pengajaran yang dilakukan oleh para imam. Ia juga tetap menjalin hubungan dengan BapaNya dengan jalan berdoa. Bagaimana kita bisa rindu untuk selalu mendengar dan belajar akan Firman Tuhan setiap hari, bila untuk diam dan tidak mengobrol selama -/+ 30 menit saja tidak bisa. Bagaimana kita bisa rindu untuk berdoa setiap saat, saling mendoakan saudara seiman kita, bila doa syafaat saja kita gunakan untuk keluar masuk ruangan?, untuk sekedar melihat adakah SMS yang diterima?, atau malah digunakan untuk mengganggu teman yang lain yang sedang sungguh berdoa?

Ketiga, Jemaat mula-mula adalah jemaat yang sungguh memuji Tuhan dalam hidup mereka. Memuji menggunakan kata aineo dalam bahasa Yunani, yang artinya tidak hanya bernyanyi, namun juga memberikan Tuhan untuk menguasai hidup dalam rangka menghormati dan menghargai Tuhan sebagai pemilik hidup. Yesus dalam seluruh hidup dan karyaNya, memuji dan memulikan Tuhan. Ia hidup bukan untuk diriNya sendiri, tapi untuk BapaNya yang di sorga. Ia tidak mementikan diriNya, keinginanNya, cita-cita dan tujuan hidupNya sendiri, namun IA menyerahkan semuanya untuk kemuliaan, Kepentingan, kehendak, tujuan BapaNya yang di sorga. Sehingga Cawan yang pahitpun diterimaNya dalam ketaatan yang penuh, bukan dengan keluh kesah, gerutu, kemarahan dan kekecewaan kepada BapaNya. Kini, adakah dari kita yang lebih mengutamakan kehendak Allah dibanding kehendak kita, kehendak orang tua kita, sahabat kita, kekasih kita, dan orang lain yang berpengaruh dalam hidup kita? Bukankah seharusnya Tuhan yang lebih berpengaruh di dalam hidup kita dibandingkan orang lain? Tuhan yang telah memberikan kita hidup, memberi kita keselamatan yang pasti, tapi mengapa kita lebih mempercakan diri kita kepada manusia yang fana?

Kita boleh saja memiliki argumen terhadap apa yang seharusnya kita lakukan sebagai orang Kristen. Kita bisa saja berkata; “ Itu kan maunya Tuhan dan bukan maunya kita!! Tuhan yang mau menyelamatkan kita kenapa kita sekarang harus repot?” atau bisa juga kita berkata: “ Dia yang mengerjakan keselamatan, seharusnya dikerjakan sampai tuntas dong!!!

Rekan2 sering kali kita menilai Tuhan sebagai orang yang membayar DP, dan kita dipaksa untuk membayar sisanya, atas sesuatu yang tidak kita inginkan. Dengan cara pandang seperti itu, maka melakukan apa yang Yesus lakukan, Do What Jesus Do, akan menjadi suatu beban, bahkan bisa menjadi tekanan batin. Sekali-kali jangan kita berpikir seperti itu! Manusia mana yang tidak ingin hidup dalam keselamatan? Manusia mana yang ingin hidup dalam ketidakpastian? Manusia mana yang kemudian tidak mencari Tuhan ketika tidak ada satupun di dunia mampu menjawab kebutuhan dan pertanyaannya? Kita harus sadar bahawa tidak ada manusia yang tidak mencari keselamatan akan hidupnya, kepastian akan masa depannya, kepastian atas kematian. Tuhan telah memberika itu secara Cuma-Cuma kepada kita, kita tidak dipaksa, atau bahkan disuruh membayar sisanya. Yang Tuhan lakukan adalah membayar lunas dengan hidupNya. Kini adalah pilihan kita mau menyambut karya Nya atau tidak.
Menjadi Kristen itu pilihan! Melakukan apa yang Yesus lakukan, juga suatu pilihan dan bukan paksaan. Kita boleh saja menolak untuk melakukan apa yang Yesus telah contohkan, tapi jangan menyebut diri sebagai orang Kristen. Jangan menulis agama Kristen dalam KTP, Ijasah, rapot, dan keterangan lainnya. Karena melakukan apa yang Yesus ingin kita untuk lakukan bukanlah konsekuensi (bila kita menyebutnya dengan kosekuensi) namun pilihan bebas. Tentunya dengan menyadari bahwa di dalam setiap pilihan hidup memang ada konsekuensi yang harus di tanggung.

Kita semua sudah tahu konsekuensi apa yang ada di depan kita sebagai pengikut Kristus, bukan? Bila tahu, kini mantapkan pilihanmu? Kristus atau yang lain. Bila Kristus menjadi pilihan kita semua, maka jalankan dan hadapilah kosekuensinya dengan hati yang tulus, dan gembira. KARENA HANYA DENGAN KETULUSAN DAN KEGEMBIRAAN DALAM MELAKUKAN KEHENDAK TUHAN, MAKA KITA AKAN MENJADI ORANG –ORANG YANG SUNGGUH DIBERKATI.... SIAPKAH KITA MENJADI KRISTEN?





Tidak ada komentar:

Posting Komentar