Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Januari 2012

WANTED: 10 Check List PENOLONG YANG SEPADAN

Lanjutan...


Hi!! Jumpa lagi kita di rubrik LSD. Kali ini kita masih melanjutkan kriteria PENOLONG YANG SEPADAN dari 2 edisi sebelumnya (semoga kalian masih ingat yaa) ({}) Kalo masih nggak ingat juga ini ringkasan 8 check list yang sudah ada: cinta Tuhan, dewasa, mampu menjadi ayah atau ibu, mampu menjadi sahabat, mampu menjadi kekasih, mau buka-bukaan, mau ditegur, dievaluasi, ditingkatkan kualitasnya, dan berani mengampuni.
Apakah kalian sudah punya semuanya, kalo belum...usahakan hingga semuanya ada pada kalian, supaya kalian jadi pasangan yang sempurna bagi si doi. Kalo sudah punya semua?Nah, artinya kalian siap menjalin hubungan yang lebih lanjut nich...apa aja ya check listnya?

9. Mapan & Bertanggung jawab
Sebelumnya jangan salah faham dulu terhadap point yang ke 9 ini. Yuk, kita lihat apa sih maksudnya: Yang pertama, mapan dan bertanggungjawab ini nggak bersifat gender ya! So, sama sekali nggak dikaitkan dengan pandangan bahwa seorang laki-laki harus memiliki penghasilan yang lebih besar dari isteri ( baca: lebih mapan), atau penghasilan isteri harus dibawah suami. Atau, dalam hal tanggung jawab, sang suamilah yang harus bekerja mencari uang, sedangkan tanggungjawab mendidik anak dibebankan hanya kepada isteri. Yang kedua, mapan disini bukan melulu soal materi, tapi soal kesiapan mental, jiwa, spiritual, yang artinya dewasa secara hati dan batin bukan hanya dewasa secara fisik. Apakah kalian mau menikah atau berpacaran dengan orang yang usianya cukup dewasa, kekayaannya cukup banyak, tapi sifatnya kaya anak-anak, galau misalnya? Wah bakal cape banget hidup kita kalo harus mendampingi pasangan yang seperti itu.
So, kalo kita dan pasangan kita telah menjadi manusia yang telah mapan dan bertanggung jawab, maka kita akan akan menjadi pasangan yang betul-betul menjadi penolong bagi satu dengan yang lain. Oh iya, satu hal yang penting, karena kemapanan dan tanggungjawab pada realitanya adalah sesuatu yang sifatnya relatif, maka kalian harus betul-betul melakukan percakapan dengan pasangan, (misalnya dengan menyamakan cara pandang, berbagi pendapat dan memutuskan bersama segala hal yang berkaitan dengan dengan kemapanan dan tanggung jawab ini) supaya di masa mendatang tidak menjadi sumber masalah dan konflik.

10. Siap berkomitmen
Sebelum kita bahas point yang ke 10 ini, kita harus kembali mengingat 9 point sebelumnya karena dapat dikatakan bahwa point ini harus ada menjadi pelengkap yang menyempurnakan point-point sebelumnya. Karena segala sesuatu yang pernah kita bahas dalam 2 edisi yang lalu hanyalah sebuah kesempurnaan yang tidak akan pernah jadi kenyataan tanpa sebuah KOMITMEN!! Mencintai Tuhan membutuhkan komitmen, menjadi dewasa, memberi yang terbaik, menjadi sahabat, kekasih, memberi diri untuk mau ditegur, mau terbuka, dan memiliki keberanian untuk mengampuni, menjadi pribadi yang bertanggung jawab...semuanya butuh KOMITMEN. Karena komitmen sebenarnya lebih dari sekedar janji. Komitmen adalah sebuah tindakan nyata yang mampu membuktikan semua janji yang pernah terucap.
Komitmen adalah kata yang mudah untuk ditulis, tapi sangat tidak mudah untuk dilakukan (kecuali dengan kekuatan dari Tuhan, (Everything is easy with and through God, isn’t it?) karena komitmen adalah kesetiaan tanpa akhir. Setia artinya tidak berpaling, apapun yang terjadi tidak berpindah hati. makna sesungguhnya dari “sampai maut memisahkan kita”, bukan berarti ketika pasangan kita meninggal kita dapat dengan bebas menikah dengan orang lain, namun ketika kita memilih seseorang untuk menjadi pasangan atau teman hidup, kita menetapkan hati bahwa dialah yang pertama dan terakhir, tak tergantikan. Itu idealnya, tapi ternyata banyak manusia tidak mampu bertahan ketika ia sudah ditinggal oleh pasangannya. Dan bila ia tidak mampu menguasai dirinya, maka lebih baiklah ia menikah lagi daripada berzinah. Oleh karena itu baik hukum maupun gereja tidak menghalangi seseorang untuk menikah lagi, tentunya dengan syarat-syarat yang telah ditentukan dan dirancang dalam undang-undang.

Karena...
Komitmen adalah sesuatu yang membuat seseorang menerima pasangannya dengan segala kekurangan dan kelemahannya tanpa menghakimi. Bersyukur ketika pasangannya tampil menawan, dan sama bersyukurnya ketika pasangannya mengenakan baju sederhana.

Komitmen adalah sesuatu yang membuat sepasang suami istri memutuskan untuk terus mengikatkan diri dalam pernikahan, dengan tulus dan sukacita, meskipun salah satu dari mereka tidak bisa memberikan anak

Komitmen adalah sesuatu yang melampaui segala bentuk perbedaan, perselisihan dan pertengkaran. Ia tidak dapat dihancurkan oleh kekurangan, kelemahan maupun keterbatasan lahiriah. karena ketika kita berani mengikatkan diri dalam sebuah komitmen, kita telah 'mati' terhadap kepentingan diri sendiri.
http://www.jakartalantern.com/content/self-development/80-komitmen.html

Nah itu semua 10 check list dalam mencari PENOLONG YANG SEPADAN. Jangan lupakan karena sudah terbukti kebenarannya! 

WANTED: PENOLONG YANG SEPADAN: 10 Check List

Lanjutan...

Hai rekans remaja! Masih ingatkah 5 ciri penolong yang sepadan yang terbit di edisi Desember kemarin? Masih dapatkah kalian menyebutkan salah satunya? APAAAAA??? LUPAAAAA!!!! Ya sud, kita liat ringkasannya dulu. 5 Check list yang pertama adalah cinta Tuhan, dewasa, mampu menjadi ayah atau ibu, mampu menjadi sahabat, dan mampu menjadi kekasih. Nah uda pada ada belum nih di si doi? Kalo belum ada jangan buru-buru serius dulu. Kalo yang 5 kemarin aja belum ada apalagi yang ini, jangan-jangan masih jauh dari pelupuk mata (huh?!) Nah, dalam edisi kali ini kita bakal mem-break down check list yang lalu menjadi 3 point lagi. Check this out ya!!

6. Mau buka-bukaan
JANGAN PORNO DULU PIKIRANNYA!! Buka-bukaan disini bukan berarti kalian harus telanjang yaakk!! Itu kalo checklistnya dah lengkap dan uda diberkati pendeta, dan udah di dalam kamar (Ya masa mau di halaman rumah ?!?!) Ok, udah kejauhan ngomongnya, kembali ke....CHECK LISTNYA. Buka-bukaan disini artinya kalian berani jujur, baik soal masa lalu, ataupun sesuatu yang ingin kalian katakan pada pasangan. Bingung? Hmmm... gini deh misalnya: kamu diminta kasih masukan untuk baju yang dia gunakan hari itu. Terus menurut kamu bajunya itu nggak match, tapi kamu takut dia marah. Akhirnya kamu memutuskan untuk tetep bilang: bagusss kooo. Nah itu namanya nggak jujur! Kita cari pasangan bukan untuk cari aman, bukan juga hanya untuk kasih pujian ataupun terima pujian. Tapi jadi apa adanya kamu, sehingga pasangan juga belajar menerima yang namanya perbedaan. Kalo pacaran nggak pake perbedaan artinya pacaran itu nggak sehat!! Karena bagaimanapun setiap orang diciptakan berbeda satu dengan yang lain. Kalo sama sekali nggak ada yang beda atau semuanya sama selama-lamanya, artinya baik kita ataupun pasangan tidak menjadi diri sendiri, kita atau pasangan kita menggunakan topeng untuk menyenangkan hati pasangan. ARTINYA: hubungan itu palsu!! Karena didasari oleh kebohongan dan bukan kasih. Karena yang namanya kasih itu diwujudkan dengan menerima perbedaan bukan? 

7. Mau ditegur, dievaluasi, ditingkatkan kualitasnya
Point ke 7 ini masih ada sambungannya dengan poin ke 6, (juga dengan poin ke2 dan 4 dewasa dan mampu menjadi sahabat). Sebagai manusia yang dewasa dan sahabat bagi pasangan, kita tidak hanya harus jujur dan terbuka kepada pasangan kita, namun juga bersedia menerima ‘konsekuwensi’ dampak dari kejujuran. Tak heran banyak orang yang mengatakan bahwa kejujuran itu menyakitkan. Karena kerap kali kejujuran menyeret kita pada sebuah konflik yang tentunya tidak menyenangkan. (Siapa manusia yang sukanya konflik? Gak ada kan?) oleh karena itu baik kita ataupun pasangan harus memiliki hati yang lebaaaarrr untuk dapat menerima masukan, teguran, evaluasi dari pasangan kita. TAPI yang namanya teguran di sini ada kriterianya loh, yaitu sesuai dengan FIRMAN TUHAN!! Dan disampaikan dengan HIKMAT TUHAN. Bukan dengan keinginan pribadi pasangan kita. Karena segala sesuatu yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan akan menyeret kita pada hubungan penuh kekerasan. Kita akan menjadi manusia yang memaksakan kehendak diri dan bukan melakukan kehendak Tuhan.

8. Berani mengampuni
Mengampuni harus berani?! Kenapa nggak pake kata ‘mau’ tapi ‘berani’? karena sesungguhnya yang namanya pengampunan membutuhkan dari sekedar kemauan tapi keberanian.
Maksudnya? Gini loh. Kalian pernah disakiti teman? Lalu akhirnya musuhan dan akhirnya pertemanannya nggak pernah balik seperti semula? Nggak mudah kan untuk memperbaiki hubungan tersebut? Nah, Itu baru teman, biasanya disakiti pasangan jauh lebih sakit rasanya, karena pasangan itu adalah untuk seumur hidup, bukan untuk digonta-ganti atau dapat datang dan pergi seperti teman-teman kita di sekolah, kuliah dll.
Mengampuni pasangan bukan hal yang mudah, karena intensitas kita bertemu dan disakiti dengan kesalahan yang sama akan jauh lebih banyak ketimbang ketika kita hanya sekedar berteman, lebih dari itu mengampuni kadang membuat hubungan kita tidak kembali seperti semula karena adanya luka yang membekas. Nah, itulah kenapa kita butuh lebih dari sekedar mau tapi berani menghadapi sakitnya, termasuk berani untuk menaklukan sakitnya, hingga kita dapat memiliki hubungan yang tetap baik bahkan lebih baik dari waktu ke waktu. Karena bagaimanapun pasangan kita bukan dewa atau Tuhan. Dia adalah manusia yang mampu melakukan kesalahan, yang tidak sempurna, dan yang tidak sama baik itu cara pandang, cara hidup, sampai caranya menyelesaikan masalah, dengan cara kita. Ringkasnya sih: BERANI MENCINTA: BERANI DISAKITI DAN BERANI MENGAMPUNI.

Gimana teman-teman? Makin kompleks kan check list kita? Ya ! memang nggak mudah untuk dapat mencari dan menjadi pasangan yang mampu menjadi lebih dari sekedar teman bermesraan tapi menjadi penolong yang sepadan. Dann...check listnya belum berhenti sampai di sini, masih ada 2 lagi yang akan kita bahas pada edisi berikut. So, don’t miss it!!

To be continue...

WANTED: PENOLONG YANG SEPADAN: 10 Check List

WANTED:
PENOLONG YANG SEPADAN: 10 Check List

Kata orang: “Usia remaja adalah usia dimana cinta mulai berkembang.” Benarkah itu? Yup, memang usia remaja adalah usia dimana mulai berkembangnya rasa tertarik kepada lawan jenis. Kenapa itu bisa terjadi? Pada rentang usia ini, kalian sedang mengalami banyak perkembangan dan perubahan, satu dari banyak itu adalah perubahan hormonal. Dampaknya? Luar biasa! Perubahan hormonal yang akan memicu perubahan bentuk tubuh, mood, organ reproduksi hingga rasa tertarik yang kuat terhadap lawan jenis. Nah, karena kalian ada dalam rentang usia ini, dalam edisi kali ini, kita mau sedikit banyak membahas tentang bagaimana kita dapat mempergunakan rasa tertarik kepada lawan jenis yang tepat dan dengan cara yang juga tepat. Bukankah kita ingin mendapat pasangan yang tepat? Bukan hanya untuk bersenang-senang atau mengisi kesepian kita, namun pasangan yang betul-betul dapat menjadi penolong yang sepadan, yang dapat menerima kita apa adanya, namun tidak membiarkan kita seadanya.
Kalau mau, yuk kita liat bagaimana kriteria seorang penolong yang sepadan.
1. Cinta Tuhan
Tentunya soal yang satu ini, teman-teman sudah bisa mengetahui alasannya (Lihat Genesis Vol 7. September 2011). Namun bukan berarti ketika si dia berkata bahwa dia adalah orang yang cinta Tuhan berarti sudah cukup. Masalahnya adalah, apakah cinta Tuhan sudah pasti seiman? Hmmm... jawabannya: belum tentu. Bagaimana bila Ia memiliki kecintaan kepada Tuhan yang berbeda dengan Tuhan kita? Persoalan keyakinan adalah bagaimana manusia memperlakukan, berelasi dengan Tuhannya dan bagaimana Ia juga mempraktikan ajaran agamanya dalam kehidupannya sehari-hari. Mengapa hal ini penting? Karena bagaimanapun keyakinan, merupakan dasar yang paling kokoh untuk menjalin sebuah hubungan cinta kasih. Misalkan saja bila kalian berpacaran dengan seseorang yang menganggap poligami adalah hal yang sah-sah saja bila dilakukan, sedangkan kalian memegang teguh pernikahan adalah janji seumur hidup antara dua orang manusia, tentu banyak hal yang akan kalian ributkan bukan?
2. Dewasa
DEwasa ternyata bukan soal tua, tapi soal pilihan dalam merespon segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan mereka. Nah, apa aja sih ciri kedewasaan? Mengenali ,menerima, dan jujur terhadap diri; Menerima keberadaan orang lain sebagai sesama dan bukan musuh atau saingan; Mengarahkan hidup bagi dan kepada orang lain alias mulai belajar mengutamakan orang lain; Mampu berpikir dan bertindak mandiri (bukan artinya punya segala-sesuatu sendiri yaa... tapi ketika ia sudah dapat bertanggung jawab atas kehidupannya sendiri. Misalnya dimulai dari hal sederhana: bangun pagi, membersihkan kamar, mencuci peralatan makannya sendiri dan tidak mengandalkan orang lain); Punya visi yang jelas akan hidupnya (apa kalian mau berpacaran dengan si dia, yang tidak tahu mau membawa hidupnya sendiri kemana? Apalagi bawa hidup kita...bisa-bisa cape dehh!!)
3. Mampu menjadi seorang AYAH dan IBU.
Orang tua pasti akan selalu memberikan, mengusahakan, mencari, mewujudkan yang terbaik bagi anak-anakNya. Mungkin kalian akan berkata, orang tua saya bukanlah orang tua yang baik bagi saya. Memang benar! Tidak semua orang tua di dunia mampu bersikap baik terhadap anak-anaknya, namun jangan lupa, bahwa kita memiliki orangg tua sejati yaitu Bapa di Sorga. Apakah Bapa di sorga akan memberikan ular kepada anaknya yang minta roti? Tidak bukan? Karena Bapa selalu tahu yang terbaik bagi anak-anakNya. Implikasinya? Si dia harus dapat memberi yang terbaik kepada kita bukan dengan standar dunia, tapi dengan standarNya sebagai Allah, yaitu KASIH, karena tidak ada pemberian yang lebih besar dari kasih.
4. Mampu menjadi seorang SAHABAT.
“Sahabatmu adalah pacar terbaikmu!” mengapa? karena pacarmu bukan ada hanya untuk menjalin hubungan asmara, tapi untuk melalui sebuah proses dalam rangka memasuki hubungan seumur hidup dalam sebuah pernikahan. Tentunya, kita membutuhkan seorang yang dapat dijadikan sahabat untuk berbagi suka duka, bercerita hingga larut malam, berdiskusi dan menerima kita apa adanya. Siapa lagi kalau bukan pasangan kita? Masakkan kita menikah hanya untuk bermesraan? Dan bukan berbagi kehidupan? Jadi, so pasti, pasangan yang terbaik adalah seorang yang dapat menjadi seorang sahabat bagi kalian.
5. Mampu menjadi seorang KEKASIH
Apa ada yang bertanya dalam hati: Apa lagi nih maksudnya? Bukankah seorang pacar sudah pasti adalah seorang kekasih? Eitt... tunggu dulu, tidak semua pacar kita adalah kekasih yang baik bagi kita. Seorang kekasih adalah seorang yang tau bagaimana menempatkan diri bagi pasangannya. Dia tahu kapan saatnya ia harus manja, tapi ia juga tahu kapan saatnya ia harus memanjakan pasangannya. (Kalau mau tau lebih banyak tentang ini baca terus LSD Genesis di edisi-edisi selanjutnya yaa!)
To be continue...

Kamis, 17 Februari 2011

PACARAN: Membangun VS Merusak!!!

Apakah pacaranmu merusak atau membangun? Emang seperti apa sih pacaran yang membangun ataupun yang merusak? Bagaimana sih memiliki hubungan pacaran yang membangun itu Nah, sebelum kita tahu bagaimana menciptakan hubungan yang saling membangun, lebih baik kita coba dulu untuk menjawab dulu pertanyaan-pertanyaan di bawah ini:

Apa sih yang membuat kamu tertarik pada pacar kamu?
a. Dia guanteeennggg/cantik banget
b. Dia baik hati
c. Dia co/ce yang populer abis!
Apa yang kamu lakukan kalau pacarmu tidak membalas SMS atau tidak mengangkat teleponmu?
a. Diemin aja, sibuk kali
b. Cari tahu kenapa dengan tenang
c. Ngambek, ngancem putus
Kalo kamu salah, dia orang yang bisa melakukan apa sama kamu?
a. Ngak ngapa-ngapain, ga berani kali yaa
b. Mengingatkan dan selalu mengingatkan kita
c. Nyebarin kesalahan kamu ke teman2nya
Apa kamu takut diputusin?
a. Biasa aja tuh
b. Ngak, pasti Tuhan kasih yang terbaik kok
c. Amit2 deh jangan sampe kejadian sama gue
Kamu itu tipe pacar yang gimana sih?
a. Hmmm...penyayang?
b. Mencoba untuk memberi yang terbaik
c. Protektif!
Apa yang kamu biasa lakukan saat pacaran?
a. Ngobrolin yang ga penting
b. Cari tahu pandangannya tentang suatu hal
c. keluarin jurus gombal...terus...

Kalau jawaban kamu banyaknya A, kamu dapat dikatakan sebagai orang yang tidak akan mengalami kemajuan yang signifikan dalam pacaran, bahkan kamu cenderung suka berganti-ganti pasangan. Kamu melihat pacaran hanya sebagai sesuatu yang biasa dilakukan anak muda. Bahkan mungkin kamu sendiri tidak tahu dengan pasti kenapa kamu pacaran. Mungkin kamu adalah orang yang suka ikut-ikutan. Oleh karena itu ketika semua teman-temanmu pacaran kamu juga memutuskan untuk pacaran. Kalo yang ada boleh, kalo ngak ada juga ngak maksa. Kamu belum mampu mengenali siapa dan pribadi seperti apa kamu bagi orang lain dan kamu tidak mampu menjalin hubungan yang berkomitmen. Kamu masih menguatamakan apa yang kelihatan di depan mata dan bukan melihat apa yang di dalam hati. Memang menjalani hubungan pacaran dengan kamu tidak merusak namun juga tidak membangun, karena kamu lebih suka mengenal orang dari permukaannya saja. Sesungguhnya hati kamu belum siap untuk pacaran, kalau mencari teman sebanyak-banyaknya, mungkin akan menjadi pilihan yang paling tepat buat kamu pada masa kini.

Kalau jawaban kamu didominasi oleh jawaban C, kamu dapat dikatakan sebagai orang yang hanya sanggup mencintai tapi tidak dapat mengasihi. Kamu memiliki tingkat keegoisan yang tinggi sehingga pacaran kamu gunakan untuk memuaskan apa yang kamu inginkan. Kamu ingin menjalani cara pacaran yang sesuai dengan kehendak dan impian kamu dan kamu tidak peduli atas apa yang diinginkan oleh pasangan kamu. kamu adalah tipe orang yang menggunakan pacaran sebagai pelarian dari kesepian kamu, atau mungkin kekecewaan kamu terhadap kurangnya kasih yang kamu peroleh dari orang tuamu. Dengan begitu kamu tidak akan pernah menajdi seorang pendamping yang baik, karena kamu hanya berorientasi pada dirimu dan bukan pada pasanganmu. Tanpa kamu sadari kamu akan merusak hubungan yang telah kamu bina, karena sifat dan sikap negatif kamu terhadap pasanganmu. Kamu mungkin menilai bahwa kamu adalah pribadi yang berkomitmen tinggi dan setia, namun ternyata bukan kesetiaan yang sejati, tapi kesetiaan karena kamu membutuhkan dia untuk menjadi arena pelarian dari berbagai macam hal yang kamu alami. Jelas deh, sebenernya kamu belum siap untuk memasuki hubungan pacaran ini, karena kalau ini terjadi kamu akan terjebak pada hubungan dimana kamu merasa sebagai orang yang paling malang, yang paling disakiti dan hasilnya....kamu akan menyakiti pasanganmu!

Kalau jawaban kamu banyaknya adalah jawaban B, dapat dikatakan kamu adalah pribadi yang cukup siap untuk memasuki hubungan pacaran. Kamu matang dan tenang. Kamu mampu melihat persoalan dari sisi yang berbeda, bukan hanya kulit tapi inti persoalan dapat kamu petakan dengan cukup baik. Kamu tidak berorientasi pada dirimu sendiri tapi juga pada pasanganmu. Kamu tidak hanya ingin dimengerti, tapi kamu belajar untuk mengerti pasanganmu. Kamu mengikat diri dalam hubungan pacaranmu tapi kamu tidak terikat padanya. Sehingga kamu tetap dapat memberikan yang terbaik walau suatu saat nanti keadaan tidak berpihak kepadamu. Tahukah kamu, kamu akan menjadi pasangan yang sempurna bagi dia.

Minggu, 09 Januari 2011

Kasih seperti apa yang dimiliki dunia?

Kasih seperti apa yang dimiliki dunia?
Kasih seperti apa yang ada di dalam hatimu? Hatiku?
Kasih seperti apa yang kita berikan pada orang lain?
Kasih seperti apa yang kita beritakan melalui kehidupan, perkataan dan perbuatan kita?
Kasih seperti apa yang kita ingin miliki dalam keluarga, gereja, masyarakat kita?

Apakah semua jawabannya sama?
Atau berbeda satu dengan yang lain?
Apakah kita memilih kasih yang tulus, yang sabar, yang murah hati bagi diri kita sendiri?
Dan apakah kita memilih kasih yang munafik, yang mencari keuntungan bagi diri sendiri, yang akan kita berikan kepada dunia dan sesama kita?

Kalau kasih kita berikan, dengan penantian ucapan terima kasih, Itu bukan kasih.
Kalau kasih kita ucapkan hanya untuk membuat kita juga dikasihi, itu bukan kasih.
Kalau kasih kita lakukan, dengan harapan orang lain melakukan yang sama, itu bukan kasih
Itu hanya keegoisan kita...
Dan kegagalan kita mengerti Kasih yang sesungguhnya.

Kita dipilih..
Dipilih untuk menjadi pewarta kasih...
Kasih seperti apa?
Kasih yang sama dengan yang Tuhan berikan bagi kita.
Kasih yang tanpa pamrih, tanpa berkata ‘karena’, tapi kasih yang berkata ‘walaupun’

Kasih yang sabar, murah hati, tidak cemburu, tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
Kasih yang tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri, tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
Kasih yang tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.
Kasih yang menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.
Kasih yang tidak berkesudahan
Kasih yang tanpa kesemuanya itu, bukanlah kasih.
Sudahkah kita terpilih untuk memberitakan kasih?
Bila sudah, maka lakukanlah kesemuanya itu.

Rabu, 21 Juli 2010

Backstreet VS Frontstreet

Backstreet VS Frontstreet

Siapa sih anak muda yang ngak tau istilah ‘backstreet’? pasti teman-teman tahu pasti istilah ini. Ini adalah istilah yang saya kenal sekitar tahun 90-an, yaitu ketika banyak teman sekolah saya yang sudah mulai berpacaran. Apa sih arti backstreet itu sebenarnya? Yuk kita telusuri bersama!
Backstreet, yang arti harafiahnya adalah jalan belakang, merupakan istilah anak muda masa kini, yang menjalin hubungan dengan lawan jenis(berpacaran) tanpa diketahui oleh keluarga ataupun lingkungannya. Apa alasannya? Wah banyak sekali! Sebut saja karena baik keluarga, maupun lingkungan tidak menyetujui hubungan tersebut, atau karena terlalu banyak aturan dari pihak keluarga dan lingkungan. Kebanyakan, aturan dan larangan memang berasal dari orang tua pihak perempuan. Orang tua pihak perempuan biasanya khawatir kalau mengizinkan putrinya pacaran nanti bisa terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Atau, bisa juga karena orangtua tak menyukai profil pacar anaknya, bisa karena beda status sosial, etnis, agama dan semacamnya. Nah, dengan gaya berpacaran ini, kedua sejoli dapat tetap membina hubungan tanpa diketahui oleh orang lain.
Gaya berpacaran seperti ini bukan tanpa konsekuensi loh! Walaupun banyak dari remaja menganggap backstreet akan mengurangi munculnya masalah-masalah yang berhubungan dengan orang tua. Malah sebaliknya, dengan gaya pacaran tersebut, kita akan menemukan banyak persoalan dengan orang tua, bahkan konflik antara dua sejoli tersebut. Hah kok bisa? Karena pada dasarnya backstreet adalah menyembunyikan suatu kebenaran, maka kita akan terbiasa membohongi orang tua kita bukan? Dari sanalah banyak konflik akan bermunculan. Misalnya: karena anak selalu menolak diajak pergi keluar. Sebenarnya bukan karena malas, tapi agar bisa bertemu dengan sang kekasih. Lama-kelamaan tentu orangtua akan curiga dan jadi sering marah-marah pada anaknya. Sedangkan konflik dengan pasangan sendairi bis terjadi karena kesulitan mengatur janji untuk bertemu. Kalau tidak pintar-pintar memahami, pasti jadi gampang berantem.
Pacaran backstreet juga dinilai lebih berat ketimbang pacaran normal (tidak backstreet). Konflik yang muncul lebih kompleks dan membebani pikiran. Hal itu akan memicu timbulnya stres. Sebab, ada harapan yang sama-sama tidak terpenuhi. Anak merasa orangtua tidak memenuhi harapannya, begitu juga seballiknya, anak tak memenuhi harapan orangtua. Kalau kedua belah pihak saling bersikeras, tentu energi negatif yang keluar semakin banyak. Beban pikiran yang awalnya hanya sebatas stres, lama-kelamaan berubah depresi.
Dimana ada niat, disitu pasti ada jalan, betul? Karena itu, sebelum memutuskan untuk pacaran,pasangan harus sudah yakin untuk melangkah bersama. Tunjukan kalau cinta yang dimiliki pasangan memang layak diperjuangkan. Sedangkan jika dari awal sudah ragu, sebaiknya memang tak usah diteruskan daripada pacaran backstreet tapi akhirnya hanya menyakitkan.
Ingat loh, pacaran itu bukan hanya untuk mengisi kesepian kita, atau hanya karena ingin eksis diantara teman sepergaulan. Karena hakekatnya pacaran adalah suatu tahapan yang harus dilewati manusia dalam rangka pengenalan sebelum memasuki masa pernikahan. Jadi bukan masa untuk saling memuaskan kebutuhan, keinginan, masing-masing individu. Nah, untuk itu cobalah simak beberapa tips untuk menghindari backstreet alias mencari frontstreet di bawah ini:
1. Cobalah untuk berterus terang alias jujur! Kejujuran dan keterbukaan adalah awal dari jalan keluar loh.
2. Cobalah untuk mengkomunikasikan perasaan dan niat kalian untuk berpacaran. Komunikasi adalah jalan terbaik bagi kedua belah pihak, orang tua, dan kalian sendiri.
3. Realistislah! Banyak pasangan yang tidak mampu berpikir realistis karena dimabuk asmara. Pikirkanlah apa yang akan kalian hadapi 5, 10,20 tahun mendatang sebagai keluarga, jangan cuma memikirkan apa yang sedang kalian hadapi hari ini, malam ini.

Selasa, 23 Juni 2009

Eros
Kejadian 39: 7
Amsal 7: 18
Roma 1: 27
Pertanyaan:
1. Apa makna kata Eros?
2. Dari dan bagaimana eros muncul dalam hati manusia?
3. bagaimana ‘menggunakan’ eros, fungsinya dan dampak negatifnya?
4. apa hubungan Eros dengan ketiga kata yang melambangkan kasih lainnya?

Dalam budaya Yunani, Eros dikenal sebagai dewa cinta berahi yang dipuja oleh orang Yunani. Eros sendiri memiliki arti harafiah: keinginan, nafsu (gairah, dorongan, keinginan), cinta yang mencari pemenuhan diri atau yang dikenal sebagai cinta berahi. Kata eros adalah asal kata dari erotik (berkenaan dengan sensasi seks yang menimbulkan rangsangan). Jadi eros timbul sebagai kasih yang didasari atas ketertarikan jasmaniah secara fisik. istilah ini digunakan untuk menjelaskan cinta searah, namun arahnya adalah dari orang kepada kita karena orang memberikan sesuatu yang kita inginkan atau menyenangkan hati kita.

Eros juga dapat berarti cinta terpesona, benar-benar kita rasanya terpesona dengan penampakannya, kehadirannya, cinta pada pandangan pertama (Kej 29:18, 20, 32), kita menyebutnya JATUH CINTA. Cinta macam ini, atau Eros datang dari mata, dari penglihatan manusia yang menyenangkan, turun ke hati dimana romantisme timbul. Dalam relasi antara laki-laki dan perempuan (pernikahan) eros menjadi unsur yang penting. Tanpa adanya unsur eros cinta itu juga akan kehilangan unsur 'passion' yaitu suatu ketertarikan suatu pendambaan yang kuat. Suatu hasrat, keinginan untuk intim.

Namun, Eros pertama kali, bukan semata-mata hadir sebagai keinginan atau hasrat manusia saja. Eros pertama kali hadir sebagai anugerah Allah bagi manusia untuk dapat beranak cucu dan memenuhi bumi (Kejadian 1:28), lebih dari itu eros hadir sebagai simbol relasi pertama-tama antara manusia dengan Tuhan, lalu antara laki-laki dan perempuan sebagai gambar dan citra Allah (4:1). Di dalam kasih eros ada unsur perasaan, emosi dan kehangatan. Kasih eros merupakan suatu hal yang positif karena eros adalah pemberian Allah.

Eros pada awalnya bukan sesuatu yang dipandang buruk. Adalah wajar kalau setiap orang memiliki kasih eros. Hanya saja, kejatuhan manusia ke dalam dosa tidak hanya merusak hubungan Allah dengan manusia, tetapi juga merusak hubungan manusia dengan manusia lainnya, termasuk di dalamnya hubungan antara laki-laki dan perempuan. Dosa mengubah eros (dorongan, nafsu=passion, desire) yang baik pada awalnya, menjadi sesuatu yang negatif, labil, bahkan bersifat destruktif (merusak hubungan, karena pemuasan diri menjadi yang utama.) Karena sifatnya yang tidak stabil maka eros tidak bisa dijadikan dasar bagi suatu hubungan yang baik di dalam mencintai seseorang, karena hubungan itu tidak akan bertahan lama. Orang yang didominasi oleh kasih eros akan cenderung dikuasai oleh nafsu erotisnya yang selalu ingin dipuaskan.

Sebagai manusia, kita tidak dapat menghindari atau melepaskan diri dari Eros. Eros akan terus hadir dalam kehidupan manusia hingga kapanpun. Eros ada bukan untuk dihindari, ataupun dilenyapkan, eros ada untuk dikendalikan dan diarahkan!!
Kini bagaimana caranya mengendalikan eros dalam diri kita?
1. Proses peralihan dari “subjective love” ke “objective love”Apa artinya?...Kasih itu diberikan Allah bukan untuk memenuhi hasratNya, namun untuk dinikmati oleh manusia sebagai ciptaanNya. Kasih diberikan untuk memberikan kebahagiaan kepada mereka yang kita cintai bukan kepada diri sendiri. Kasih adalah dorongan terbesar untuk memberikan yang terbaik bagi orang yang kita kasihi, dan bukan untuk memuaskan keinginan diri sendiri. Subjective love tidak ada bedanya dengan manipulative love, yaitu ketika kita menipu orang lain untuk mendapatkan apa yang kita inginkan, karena subjeknya hanyalah diri kita. ¥ MENGUTAMAKAN ORANG LAIN DARIPADA DIRI SENDIRI. Caranya? Mulailah dengan bertanya: Apakah ia nyaman dengan kata-kataku? Apakah ia nyaman dengan perlakuanku? Apakah ia menginginkan apa yang aku inginkan? Apakah ia terpaksa menjalani hubungan bersamaku? Apakah yang kami lakukan baik untuknya? Untuk masa depannya? Untuk perkembangan rohani dan jiwanya?

2. Proses peralihan dari “envious love” ke “jealous love. Dalam setiap hubungan percintaan, kecemburuan adalah hal yang tidak dapat dihindari. Hanya saja cemburu seperti apa yang wajar dan yang tidak. “Envious” sering diterjemahkan sama dengan “jealous”, yaitu cemburu. “Envious” adalah kecemburuan yang negative yang ingin mengambil dan merebut apa yang tidak menjadi haknya, sedangkan “jealous” adalah kecemburuan yang positive yang menuntut apa yang memang menjadi hak dan miliknya. Tidak heran, kalau Alkitab sering menyaksikan Allah sebagai Allah yang “jealous”, yang cemburu, misalnya dalam Keluaran 20:5. Begitu pula dengan pergaulan atau pacaran kaum muda Kristen harus ditandai dengan “jealous love”. Mereka tidak boleh menuntut “sesuatu” yang bukan atau belum menjadi haknya, seperti : hubungan sex, wewenang mengtur kehidupannya, dsb. Tetapi mereka harus menuntut apa yang memang menjadi haknya, sepeti kesempatan untuk berdialog, mendorong dan memajukan prestasi serta pelayanan, hak untuk mengenal, hak untuk mendapatkan kejujuran dan bukan hanya topeng belaka yang seringkali digunakan manusia pada maa berpacaran. Jadi mencari tahu ’sifat asli’ (kesetiaan, kejujuran, keadaan emosional dll) pasangan (dalam batas wajar) adalah hal yang baik untuk dilakukan. Jangan kita mencari pasangan seperti membeli kucing dalam karung!! Kenali pasangan kita dengan benar, dengan juga tidak terburu-buru dalam menjalani hubungan.

3. Proses peralihan dari “romantic love” ke “real love” “Romantic love” adalah kasih yang tidak realistis, kasih dalam alam mimpi yang didasarkan pada pengertian yang keliru bahwa kehidupan ini manis semata-mata. Kaum muda yang berpacaran biasanya terjerat pada “romantic love”. Mereka semata-mata menikmati hidup sepuas-puasnya tanpa coba mempertanyakan realitanya, misalnya:
a. Apakah kata-kata dan janji-janjinya dapat dipercaya?
b. Apakah dia memang orang yang begitu sabar, “care”, penuh tanggung jawab seperti yang ditampilkannya?
c. Apakah realita hidup akan seperti ini terus, penuh tawa ria, cumbu rayu, rekreasi, jalan-jalan atau sekedar mencari hiburan? Pacaran adalah persiapan pernikahan, oleh karena itu pacaran Kristen tidak mengenal istilah “dimabuk cinta”. Pacaran Kristen boleh dinikmati tetapi harus “sadar” dan berpegang pada hal-hal realistis.
Rekan-rekan muda hidup tidak semanis apa yang ditawarkan oleh cerita dalam dongeng, dimana endingnya selalu ditutup dengan cerita bahagia “Happily ever after.” Dalam setiap hubungan pasti ada konflik, perbedaan, permasalahan, yang dapat merusak hubungan itu, tapi dapat juga menjadikan hubungan itu semakin kuat dan kokoh. Mencintai juga bukan melulu soal hati, perasaan, namun juga melibatkan aspek yang lain mis: iman, prinsip hidup, kebiasaan, intelektual dsb. Jadi bersikaplah realistis dalam mencintai, karena realitalah yang akan menguji cinta!
4. Proses peralihan dari “activity center” ke “dialog center” Kalo pacaran ngapain aja sih? Banyak bahkan hampir semua anak muda memusatkan pacaran pada activity. Isi dan pusat dari pacaran tidak lain dari pada aktivitas, misalnya nonton, jalan-jalan, duduk berdampingan, cari tempat rekreasi, dsb., sehingga pacaran 10 tahun pun tetap merupakan 2 pribadi yang saling tidak mengenal. Bersetubuh dalam bahasa ibrani memiliki arti bukan hanya terpusat pada aktifitas seksual. Kata yada digunakan untuk memberi makna saling mengenal, bukan hanya mengenal bentuk tubuh, namun juga mengenal siapa masing-masing individu, termasuk mengenal apa yang diinginkan, diharapkan dari pasangan. Jadi kasih yang sesungguhnya berfokus bukan pada rekreasi itu sendiri, tapi pada dialog, yaitu interaksi antara dua pribadi secara utuh, sehingga hasilnya suatu perkenalan yang benar dan mendalam. “sexual oriented” ke “personal oriented” Persetubuhan yang merupakan ekspresi cinta kasih antara dua orang yang berlainan jenis kelamin, bukanlah saat untuk melatih dan melampiaskan kebutuhan sex, tetapi pada pengenalan pribadi yang mendalam.

Eros, sebagai cinta berahi tidak boleh dibiarkan hadir dalam hubungan laki-laki dan perempuan tanpa didasarkan pada Agape, sebagai dasar dari segala jenis kasih yang ada di dunia. Kasih yang memberi yang terbaik bukan hanya yang baik, yang memuaskan, yang mengumbar nafsu dan hasrat. Eros tanpa Agape hanya akan menjadikan manusia bertubuh binatang.
Nikmatilah Eros sebagai pemberian dari Allah, bukan untuk mengeksploitasi pasangan, namun untuk mengasihinya sesuai dengan apa yang Tuhan kehendaki. Amin

Jumat, 06 Maret 2009

Wajah Cinta

Dimanakah dapat kutemui wajahmu?

Dimanakah dapat kurasakan sentuhanmu?

Dimanakah aku dapat merasakan hangatmu?

Bila kau memilih untuk tetap membisu dibalik senyummu?

Seyummu menjadi senyum tanpa arti

Keindahanmu hanyalah menjadi duri dalam daging

Pesonamu tidak mampu menghidupkan raga, hanya memberikan angan palsu

Kemegahanmu takkan bertahan dimakan waktu dan zaman

Bila kau memilih untuk diam seribu basa

Mempertahankanmu untuk tetap hidup hanya akan mengundang luka

Memilih untuk membencimu juga mematikan jiwa

Bak memakan buah simalakama...

Tapi hidup akan terus menjadi hidup yang tak mampu terbingkai tanpamu

Kau Kuat sekaligus lembut

Hangat sekaligus membekukan

Kau tenang namun menghanyutkan

Kau mencelikkan sekaligus membutakan

Sungguhkah kau mampu menampakan siapakah dirimu sesungguhnya?

Dirimu yang apa adanya?

Dirimu yang telanjang?

Dirimu yang tanpa dibalut kata rayuan dan tindakan?

Siapakah engkau sesungguhnya?

Kau datang tanpa diundang dan pergi ketika kau bosan

Kau meneteskan darah dan air mata sekaligus menumbuh kembangkan semangat yang bergelora

Kau menghidupi hidup dan membunuh hidup

Tampakkanlah wajahmu!!

Tampakkanlah ketampanan dan kecantikkanmu yang mampu menggoda manusia dimanapun di segala jaman!!

Tapi jangan kau buat manusia membencimu!

Kau hanyalah sebatas asa... hanyalah sebatas angan...dan impian yang takkan mungkin diraih, digenggam oleh para penikmatmu

Kau hanya berani bersembunyi dalam raga

Hanya menutup dosamu dengan rangkaian nada dan cita

Namun sesungguhnya kau hanyalah nihil, kekosongan yang tanpa batas!!

Untuk apa kutatap wajahmu? Untuk apa kudamba hadir dan lakumu!!

Kau hanya mampu memulai tanpa menyelesaikannya.

Pergilah jauh-jauh dan jangan pernah kau kembali untuk merusak sebelum kau mengerti siapa kau sesungguhnya!

Persimpangan

Kembali aku diperhadapkan dengan persimpangan

Kemana kini aku harus melangkah

Aku tak tahu dengan pasti

Yang ku tahu hatiku memberontak dan pikiranku meracuniku

Dengan memberi arti yang baru dalam hidup dan memberi kobaran semangat dalam hariku

Tidak mudah untuk memilih

Karena kali ini aku dihadapkan dengan sebuah jurang menganga

Walaupun aku yakin dapat melewatinya

Ku tahu akan banyak orang yang melarangku untuk memilihnya

Kacau yaa.... kacau hatiku

Menata hati sendirian tidakan mampu kulakukan

Aku butuh seseorang yang mampu menemani dan membantuku

Mungkinkah aku akan menemukan persimpangan lain dalam hidupku?

Ataukah ini adalah persimpangan terakhir sebelum akhirnya aku dapat berlabuh?

Aku sadar hidup akan terasa berbeda dan berwarna ketika aku memilih menempuh jurang itu...jurang yang seakan tidak akan pernah terjembatani...padahal dengan mudah kulewati.....

Aku yakin aku bisa melewatinya.... hanya saja untuk kali ini aku tidak yakin orang banyak akan mendukungku untuk meraih impianku itu.

Kecewa? Ya ada setitik kecewa dalam hatiku.

Karena apa yang kudamba diikat oleh dunia

Apa yang kuharap dibatasi oleh tembok

Apa yang kuimpikan dimusnahkan oleh asa manusia

Sulit untuk dilalui, namun aku ingin persimpangan itu akan tetap ada bagiku sampai selamanya....

Nb: terima kasih telah datang menghampiriku dan memberiku pilihan untuk berlabuh...

Senin, 23 Februari 2009

MENGASIHI

Yohanes 3:16, 1 Yoh 4:7

pertanyaan:

  1. apa itu mengasihi?
  2. mengapa kita perlu mengasihi?
  3. apa yang bisa kita lakukan untuk membuktikan kasih kita kepada orang lain?

Bila saya bertanya pada anda, apakah anda telah menjadi orang yang penuh kasih? Apakah anda telah menjadi orang yang saling mengasihi? Apa jawaban anda? Mungkin banyak dari kita yang merasa bahwa kita adalah orang yang penuh kasih, kita mengasihi orang tua kita, adik kakak, sahabat2. Tapi bagaimana dengan orang-orang yang tidak kita kenal, yang tidak pernah hadir di dalam kehidupan kita? Itulah buktinya bahwa banyak dari kita tidak mengerti dengan benar apa arti mengasihi.

Kata ‘mengasihi’ mungkin bukan kata yang asing di telinga kita. Dari sejak kita taman-kanak-kanak kita diminta untuk saling mengasihi satu dengan yang lain. Masuk Sekolah Dasar, sekolah minggu, kita juga diajarkan untuk saling mengasihi, begitu terus hingga kita dewasa. Bertahun-tahun, bahkan belasan hingga puluhan tahun kita senantiasa diajar tentang bagaimana kita harus mengasihi, tapi sudahkah kita memahami apa arti mengasihi dengan benar. Jauh lebih mudah untuk mengajarkan perkalian dan pembagian kepada seorang anak dari pada mengajarkan bagaimana kita seharusnya mengasihi. Mengapa? Karena memang sesungguhnya mengasihi mtidak semudah mengalikan atau membagikan angka-angka. Bukan sesuatu yang dapat dimengerti hanya dengan menghafal, karena mengasihi tidak hanya membutuhkan logika namun terutama membutuhkan hati.

Namun sebelum kita berbicara lebih jauh tentang mengasihi, Apa sih mengasihi itu sebenarnya? Dalam perjanjian Lama kasih dikenal dengan kata ‘ahev’ yang sebenarnya artinya sangat luas, menyangkut yang insani dan yang ilahi, sebagai ungkapan yang paling dalam dari seorang pribadi sekaligus menyatakan hubungan yang akrab dan dekat. Pada dasarnya kasih adalah kekuatan yang mendorong seseorang untuk melakukan suatu tindakan yang mendatangkan kegembiraan dan bukan hanya sekedar perasaan sayang.

Kasih bukan cinta loh!! Mengasihi tidak sama dengan mencintai. Kadang manusia hanya bisa mencintai dan bukan mengasihi. Cinta datang dari manusia dan hanya ada pada manusia. Oleh karena itu cinta terbatas... cinta dibatasi oleh indera manusia, oleh mata kita. Seseorang dapat mencintai bila ia melihat seseorang yang mampu menarik perhatiannya dan berkenan kepada penglihatannya. sedangkan kasih datang dari Allah, Allah yang tidak terbatas, Allah yang tidak dapat dibatasi, dan Allah yang mengasihi tanpa batas. Kasih adalah Allah itu sendiri, dan kasih ada jauh sebelum manusia ada. Jadi, mengasihi bukanlah tindakan yang berasal atau merupakan inisiatif manusia. Mengasihi adalah tindakkan Allah dan inisiatif Allah kepada manusia. Kita tidak akan pernah bisa mengasihi tanpa Allah di dalam kita karena kasih adalah sifat dasar Allah dan bukan kita.

Bagaimana kasih Allah itu sesungguhnya? Yoh 3: 16 menjadi saksi kasih Allah. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”:

  1. besar. Mengapa Kasih Allah dikatakan besar? Apakah ada yang bisa mengukur kasih Allah? TIDAK!! Tidak ada alat ukur yang bisa mengukur kasih Allah. Mengapa? Karena Allah tidak terbatas, bahkan kasih Allah tidak bisa dilukiskan oleh bahasa manusia karena bahasa manusia terbatas. KJV menggunakan istilah “so love the world” yang artinya ‘sangat’. Kasih Allah itu tidak pernah dapat di lukiskan. Tinta sebanyak air di lautan manapun tidak akan mampu melukiskan kasih Allah dalam hidup kita. Besar disini juga bukan hanya soal banyaknya yang tidak terbatas dan tidak berkesudahan, namun juga tidak terbatas kepada golongan, ras, kelompok tertentu, tapi kepada....
  2. dunia. (kosmos (harafiah)= jagad raya, bukan hanya dunia kita, namun juga galaksi planet lain) dunia yang tidak kita huni sendiri, dunia yang pada awal diciptakannya tidak ada pengkaplingan, tidak ada batasan, tidak ada diskriminasi, dan tidak ada kompartementalisasi. Dunia yang dijadikan Allah adalah dunia yang bebas... bebas untuk ditinggali siapa saja, bagi suku apa saja, dari golongan apa saja dan dengan status apa saja. Termasuk kepada orang-orang yang dianggap ‘penjahat’ oleh dunia apa buktinya? Matahari dan udara yang sama masih bisa dinikmati bersama... bukankah itu bukti khesed (kasih setiaNya). Dunia juga berati keutuhan ciptaan, bukan hanya manusia, namun juga alam, hewan, tumbuhan yang Ia ciptakan. Sayangnya kita manusia hanya bisa merusak kasih Allah dengan menyalahgunakan kepercayaan yang telah dianugerahkan kepada kita sebagai ‘penguasa’ atas bumi.
  3. memberi diri. Kasih Allah itu memberi diri, bukan hanya ingin diberi atau hanya memberi materi, tapi memberi segalanya, termasuk mengorbankan harkat, martabat, tubuh, darah hingga nyawa. mengasihi bukan memberi dari kelebihan, namum memberi dari keterbatasan, dan memberi sesuatu yang bagi manusia sewajarnya dipertahankan. Dan untuk mengasihi itu Allah tidak mengeluh... tidak menyalahkan manusia... tapi melakukannya dengan hati. Hingga penyesalan yang sering kali ada di hati manusia ketika ia harus memberi lebih, tidak pernah ada di hati Allah. Ia melakukannya dengan ketulusan, kerelaan dan bukan untuk menunjukkan bahwa Ia hebat dan berkuasa, apalagi dengan keterpaksaan.
  4. untuk kebaikan. Bukan mengasihi namanya bila digunakan untuk mengumbar nafsu atau untuk memperoleh keuntungan lebih atau untuk mendapatkan eksistensi dari komuniatas. Mengasihi adalah ketika kita mampu melakukan suatu aksi untuk kebaikan orang loain, walaupun itu membawa sesuatu yang tidak baik untuk diri kita sendiri atau dengan kata kekristenanannya adalah tidak ada kasih tanpa pengorbanan. Ya pengorbanan!! Bukan mencari keuntungan. Sulit? Ya!! Berapa banyak manusia yang suka berkorban, sama saja manusia yang ketika harus mengeluarkan uang maka ia akan berkata Puji Tuhan!! Saya tidak berani menggunakan kata: tidak ada, karena dengan itu saya membatasi karya Tuhan yang besar dalam diri manusia ciptaanNya. Hanya saja kita diperhadapkan dengan realita manusia yaitu sifat dasar kedagingan itu sendiri.

Kasih itu bukan hanya sekedar kata, tapi tindakan nyata. Kasih bukan hanya memberi, tapi memberi yang terbaik. Kasih bukan hanya aksi yang didasari dengan arogansi dan egoisme diri tapi aksi yang hadir dari kesederhanaan dan pembebasan.

Yesus hadir di dunia bukan semata untuk membawa keselamatan bagi kita yang percaya, namun terutama untuk meruntuhkan beragam tembok yang telah dibuat oleh manusia. ‘He is the limit breaker’ Dia memecahkan segala penghalang, dan meruntuhkan pembatas.

Bagi kita mengasihi bukan hanya tugas dan tanggung jawab atau panggilan, namun juga ciri sebagai anak-anak Allah. Seseorang yang lahir dari Allah seharusnya mampu mengasihi dan orang yang mampu mengasihi berarti juga mengenal Allah sebagai sumber dan kasih itu sendiri. Maka mengasihi segharusnya telah menjadi sifat dasar dari anak-anak Allah dan bukan ada karena tntutan apalagi dipaksakan.

Sayangnya, karena memang mengasihi tidak dapat dilakukan bila kita tidak pernah mengundang Allah untuk benar-benar hidup dalam segenap kehidupan kita sebagai manusia, banyak dari manusia yang mengaku sebagai anak-anak Allah, tidak mampu mengasihi. Ingin belajar mengasihi dengan sungguh? Undang Allah untuk hidup dan menguasai hati kita. Maka kasih Allah yang tanpa batas, dan yang membebaskan itu akan benar-benar hadir dan memenuhi hidup kita dengan alirannya yang tidak pernah berhenti. Tentu tidak hanya mengunadang Allah untuk hadir namun juga hidup bersamaNya, denganNya, untukNya dan dalam kasihNya.... Amin

Selasa, 17 Februari 2009

Agape –Daniel “Hidup Yang Memuliakan Allah”


Nats : Dan 2: 1-21

Pertanyaan:

- Orang seperti apakah daniel?

- Hal apa yang dengan jelas menunjukkan kasih setiannya kepada Tuhan?

- Apa yang membuanya memiliki kasih yang demikian?

Pertanyaan pertama bagi kita semua adalah, apa yang akan kita lakukan bila suatu saat nanti kita diancam untuk dibunuh karena iman kita kepada Tuhan.... apa yang akan kita lakukan bila suatu saat rumah kita didatangi orang bersenjata yang menghunuskan senjatanya kepada orang terkasih kita dan mengancam untuk membunuh bila kita tidak menyangkal Yesus? Teror yang sesungguhnya mungkin belum dapat kita rasakan kini. Tapi bila hal tersebut terjadi dalam hidup kita apa yang akan kita lakukan, mencari cara untuk keluar dari msalah dengan cara aman atau bersedia diperhadapkan dengan segala kemungkinan terburuk yang mungkin akan menghantui seumur hidup kita.

Hari ini kita diperhadapkan pada pertanyaan yang tidak bukan hanya untuk direnungkan tapi terutama untuk dijawab. Percaya atau tidak jawaban itu, mungkin akan berubah, ketika kita mengalami secara langsung peristiwa yang mengandung teror tersebut. Dan perubahan itu tergantung... tergantung pada apa? tergantung pada apa yang menurut anda layak untuk dipertahankan dan layak untuk dilepas.

Hari ini kita akan belajar dari Daniel, dan apa yang menurutnya layak untuk dipertahankan dan yang dilepasnya

1. Melalui pembacaan hari ini kita melihat apa yang dihadapi Daniel. Ia tidak hanya diperhadapkan pada persoalan hidup, ataupun pergumulan, namun dengan kematian. Siapa dari kita yang tidak takut mati? Mungkin masih banyak yang berkata TIDAK TAKUT. Tapi bila pertanyaannya diganti dengan: “ Siapa yang tidak takut mati dengan cara dipancung atau dibakar hidup hidup? “, akan berbeda bukan jawabannya? Ya tentu saja... karena kita berpikir bahwa semua orang akan mati, suatu saat ketika kita tua kita akan mati. Ya...meninggal di atas tempat tidur empuk dikelilingi oleh orang terkasih atau paling tidak meninggal di rumah sakit karena penyakit komplikasi, akibat tidak mampu menjaga kesehatan tubuh. Tapi untuk mati dipancung, ditembak ataupun dibakar, tidak akan pernah ada di benak kita. Daniel abdi Allah itu diperhadapkan dengan kematian, kematian yang datang dengan pemberitahuan resmi dari raja Nebukadnesar. Menurut anda layakkah Daniel mempertahankan hidup? LAYAK! Seorang hamba Allah akan belajar melihat hidup sebagai sesuatu yang berharga, yang layak dipertahankan... karena hidup adalah kesempatan untuk mengabdi dan membuktikan kasih kita kepada manusia dan Allah (Mati adalah keuntungan dan hidup adalah bagi Kristus) namun apa yang dilakukannya untuk mempertahankan hidup yang menurutnya layak untuk dipertahankan? Ia tidak melarikan diri seperti pengecut, Ia tidak menipu, tidak bermain akal-akalan atau sebaliknya ia juga tidak mengumbar diri sebagai orang yang kuat, beriman, dan ‘seakan’ yakin 100 % Tuhan akan menyelamatkan hidupnya. Tapi (ay 14-16) dengan cerdik dan bijaksana ia mempertahankan hidup yang berharga itu. Cerdik bukan licik, bijaksana dan bukan serampangan!! Tidak mudah menjadi orang yang cerdik sekaligus bijaksana... lebih banyak orang yang licik sekaligus serampangan, apalagi bila ia harus mengambil keputusan sambil dikuasai oleh ketakutan dan keputusasaan. Daniel bukan orang yang bebas dari rasa TAKUT, tapi ia mampu mengendalikan rasa takut itu serta membiarkan Allah hadir dalam hati dan pikirannya, yang memampukan ia memiliki hikmat di dalam keterbatasannya. Apa buktinya? Ia minta diberi waktu, sekali lagi bukan untuk melarikan diri, tapi untuk mencari hikmat dan kehendak Allah.

2. Tentu Allah bukan Allah yang suka berdiam diri dan tidur... Ia Allah yang peduli kepada apa yang dihadapi manusia. Ia tahu persis bahwa Daniel membutuhkanNya, dan Ia membuktikan kasih setiaNya kepada Daniel melalui penglihatan, yang tidak hanya membuatnya selamat, namun juga mermbuatnya menjadi orang yang begitu dimuliakan dan berkuasa di negeri itu.

Rekan-rekan yang terkasih dalam Tuhan, apa yang kita baca hari ini hanyalah sekelumit dari pergumulan cinta Daniel kepada Allah dan cinta Allah kepadanya. Daniel mampu mencintai Allah bukan karena ia mampu mencintai Allah dengan kekuatan dan hikmatnya sendiri. Ia mampu mencintai Allah karena Allah terlebih dahulu melimpahkan KHESED (kasih setia)Nya kepada Daniel...

Tak kenal maka tak sayang... Allah tidak akan sayang kepada kita bila Ia tidak mengenal kita. Karena Ia sungguh mengenal kita maka Ia tahu benar apa yang kita butuhkan dengan juga segenap kelebihan dan kekurangan kita sebagai manusia. Bagaimana Ia mengenal kita? Ia menciptakan kita, Ia yang membentuk kita dalam rahim ibu kita dan Ia pula yang menumbuhkan kita hingga menjadi manusia yang mampu berkreatifitas sekarang ini. Menajdi pemuda dan pemudi yang penuh gairah dan semangat.

Tentu ungkapan tersebut juga berlaku bagi kita.... tak kenal maka tak sayang. Tanpa mengenal Tuhannya, Daniel tidak akan pernah sayang pada TuhanNya. Pun, sekali lagi daniel mengenal Tuhannya bukan karena ia mampu mengenal Tuhannnya. Namun karena Allah yang berkenan memperkenalkan diriNya kepada Daniel. Siapakah kita manusia berusaha untuk mengenal Allah? Kita ini hanya manusia terbatas yang ingin belajar dan mengenal Allah yang tidak terbatas.... hasilnya pengenalan kita tentang Allah terbatas oleh cara pandang, dogma dan ajaran, pendapat, buku hasil pergumulan manusia lainnya yang juga terbatas.

Dengan kesadaran bahwa tidak ada manusia yang tidak terbatas... sepatutnya kita mencari Dia yang tidak terbatas, dan bukan dengan paksa, namun dengan meminta kemurahanNya untuk memberi kita sedikit saja dari hikmatnya yang tak terbatas. Mengapa harus dengan kemurahanNya? Karena Allah memberi kita hikmatNya bukan karena kita layak mendapat hikmatNya, namun karena Ia berkenan memberinya. Caranya...bangun relasi denganNya... hingga permintaan kitapun selaras dengan kehendakNya. Tanpa relasi... akan seperti : seorang asing yang tiba-tiba masuk rumah kita dan minta dihidangkan berbagai macam makanan. Kitaq tidak mungkin meminta dari orang yang tiak kita kenal kan? Namanya tidak tahu malu... tapi itulah kita kebanyakan... yang lebih suka meminta tanpa berelasi. Datang bila butuh dan pergi ketika merasa kebutuhannya telah terpenuhi. Tuhan bukan pelayan toko atau pelayan pasar swalayan yang kita datangi ketika kita membutuhkan sesuatu, yang akan melayani kita senantiasa tanpa kita mengenalnya sekalipun, walaupun tanpa mengenalNya kita akan tetap menerima kasihNya.

Namun karena Daniel mengenal siapa Allahnya, dan apa yang telah dilakukan Allahnya dalam hidupnya. Saya rasa tidak perlu lagi saya mengungkapakan apa yang telah dilakukan Allah dalam hidup kita dan hidup Daniel. Ia tahu hanya Allah yang mampu memelihara dan mempertahankan hidupnya, bahkan Allah sendirilah sumber hidupnya. Pengenalan itulah yang menjadikan ia menjadi orang yang bersandar penuh kepada Allah. Tidak hanya bersandar, lebih dari itu ia memberikan hidupnya untuk dipakai dengan luar biasa oleh Tuhan. Berarti ia membiarkan hidupnya dikuasai sepenuhnya oleh Allah. Karena baginya Allah bukan sekedar Allah yang mengetahui kebutuhannya namun juga menjadi Allah yang memberinya kekuatan, inspirasi, dalam menjalankan hidup. Bersama Allah apapun dapat dilakukan dan dilalui. Oleh karena itu yang berharga dan layak dipertahankan bukan hanya hidup yang adalah anugerah Allah, tapi terutama Allah itu sendiri yang berkenan memberikan kita kehidupan.

“dont u ever say: hey God ia have a big problem,

but instead,

hei problem i have a big God

Bukanlah hanya sekedar ungkapan atau SMS belaka tapi inilah yang menjadikan hidup Daniel penuh kasih Allah sekaligus menjadi orang yang dikasihi Allah

Bila Daniel mau mengandalkan Allah dalam seluruh hidupnya, bagaimana dengan kita? Kembali pada pertanyaan awal... bila suatu saat nanti cinta kita diuji seperti cinta Daniel diuji, apa jawab kita? amin

Selasa, 10 Februari 2009

How Christian Should Celebrate Valentine’s Day

1 Yoh 4:7

Yoh 1: 1-4

Lukas 4: 18-19

Pertanyaan:

1. apa sih sebenarnya makna valentine?

2. untuk apa kita merayakan valentine?

3. Kapan sesungguhnya valentine harusnya dirayakan?

Bulan Februari selain dikenal sebagai bulan musim hujan dan musim banjir, juga dikenal sebagai bulan penuh coklat, bunga dan boneka. Toko-toko telah menjual begitu banyak pernak pernik valentine, bahkan memiliki sudut sendiri untuk menjual beragam perlengkapan, kado, hiasan dan lain sebagainya. Valentine sudah hampir menyaingi Natal... sama-sama menjadi sumber penghasilan bagi sebagian orang, bagi perusahaan-perusahaan yang hanya suka mengeruk keuntungan, sama-sama menjadi sesuatu yang dikomersilkan... dan hasilnya dua-duanya perlahan tapi pasti kehilangan makna dan dampak bagi kehidupan manusia.

Valentine adalah seorang pastur berkebangsaan Roma yang hidup pada abad ke 3. Ia hidup pada msa pemerintahan kaisar Claudius. Pada masa itu, Claudius mengumpulkan begitu banyak laki-laki untuk dijadikan prajurit dalam angkatan perangnya. Begitu besar keinginannya untuk menciptakan angkatan perang yang kuat hingga ia memaksa begitu banyak laki-laki muda untuk meninggalkan keluarga demi menjadi prajurit.

Karena banyak laki-laki yang menikah dibebaskan dari wajib militer itu, banyak laki-laki muda memilih untuk segera menikah, karena mereka dianggap memilikki tanggung jawab yang lebih penting yaitu isteri dan anak-anak. Untuk mencegahnya Kaisar Claudius menetapkan suatu ketetapan untuk melarang pernikahan, termasuk menangkap para pastur dan pendeta yang tertangkap sedang meberkati pernikahan. Termasuk di dalamnya Saint Valentine.

Ia tertangkap ketika ia sedang memberkati pasangan yang sedang menikah. tertangkaanya Valentine, tidak menyurutkan semangat orang-orang untuk terus menyebar kasih sayang termasuk kepadanya... bahkan begitu banyak orang-orang yang datang menjenguknya di penjara sambil memasukan bunga dan surat untuknya melalui jendela penjaranya.

St Valentine tidak dapat luput dari hukuman mati yang telah ditetapkan bagi seorang yang menjadi pembangkang pada masa itu. Nanun sebelum kematiannya, ia mendapat begitu banyak dukungan dari seorang anak perempuan sipir penjara yang kepadanya Vaelntine mengenalkan ungkapan yang begitu terkenal yaitu “ From Your Valentine” dalam sebuah surat merupakan surat perpisahannya yang terakhir kepada anak sang sipir

Hingga saat ini kematiannya dirayakan sebagai kemenangan cinta atas segala ketetapan yang diberlakukan saat itu untuk membendung rasa cinta dan kasih sayang. Tidak hanya cinta antara kekasih, namun juga cinta antara sahabat. Dan untuk merayakan kemenangan cinta itu orang- orang di seluruh dunia saling memberikan bunga dan coklat, juga untuk mengingat apa yang dilakukan dan diperjuangkan oleh St Valentine.

Dengan dirayakannya Valentine pada tanggal 14 Februari bukan berarti, hari kasih sayang hanya kita rayakan pada tanggal 14 atau pada sepanjang bulan Februari.bila itu yang terjadi, apa bedanya kita dengan orang yang membeli bendera merah putih hanya ketika mau merayakan 17 agustus, atau seperti warga tiong hoa yang harus mengenakan segala sesuatu yang baru ketika tahun baru cina datang. Hari kasih sayang hanya menjadi ritual belaka dan bukan ungkapan kasih sayang yang seharusnya ada dalam setiap diri manusia terhadap manusia lain tanpa adanya tembok (tradisi, bulan, tanggal dan harus dirayakan dengan memberi coklat atau bunga)

Karena pada masa abad pertengahan Valentine dirayakan bersamaan dengan perayaan pagan. Tanggal 14 Februari, bukan hanya menjadi tanggal kematian Valentine, tapi juga hari perayaan dan penyembahan kepada Dewi Juno, yaitu dewi dari segala deewa dan dewi orang Romawi. Sehingga perayaan tersebut tercampur aduk dengan penyembahan terhadap dewa dan dewi

Oleh karena itu kita perlu mengerti dengan benar makna kasih dan cinta yang selama ini dielu-elukan oleh beragam orang di seluruh dunia. Cinta dan kasih seperti apa yang sesungguhnya diperjuangkan oleh Valentine?

Pertama-tama kita harus paham bahwa hari kasih sayang yang kini kita rayakan tidak tercipta karena adanya sosok Valentine. Cinta dan kasih yang dapat kita nikmati kini ada karena ada Allah. 1 Yohanes 4: 7 mengatakan dengan lugas bahwa Allah adalah kasih. Dan Allah ada jauh sebelum dunia dijadikan. Jadi yang pertama kali ada dalam dunia dan yang menciptakan kosmos (jagad raya ) ini ada adalah kasih itu sendiri.

Kedua, cinta bukanlah kasih. Cinta adalah ungkapan kasih manusia, sifatnya manusiawi, tidak kekal dan abadi, karena memang cinta adalah wujud dan ekspresi dari perasaan manusia dan bukan Allah. Oleh karena itu kata cinta tidak pernah disandingkan dengan kata Allah. Alkitab menyandingkan kata Allah dengan kata kasih. Cinta adalah wujud kasih Allah yang disalahgunakan oleh manusia. Cinta hadir ketika manusia memiliki keinginan yang begitu besar atau hasrat untuk memiliki sesuatu atau seseorang. Cinta hadir karena ada manusia dan karena aada dosa. Cinta bukanlah milik Allah. Jadi pada mulanya adalah kasih dan bukan cinta. Cinta datang dari penglihatan, dari pengamatan turun ke hati... tapi kasih datang dari Allah yang turun menjadi manusia, itulah makna sesungguhnya dari kasih.

Oleh karena itu ketika kita merayakan kasih, sudah sepatutnya kita merayakannya dengan mendasarkannya kepada kehendak Allah dan bukan kepada tradisi manusia. Bahkan bukan hanya mendasarkannya kepada kehendak Allah, namun mencontoh, meneladani apa yang Allah lakukan dalam mewujudnyatakan kasihNya. Kini pertanyaannya apa yang telah dilakukanNya?

Lukas 4: 18-19 memberikan sedikit gambaran tentang wujud nyata kasih Allah dalam hidup manusia

  1. kasih dinyatakan dengan menyampaikan kabar baik kepada orang miskin

siapakah orang miskin? Apa sungguh mereka yang tidak mampu, yang masuk dalam ekonomi menengah ke bawah? Yang rumahnya di bantaran kali atau di pinggir rel kereta api? Bukan bahkan kita yang merasa diri sudah cukup dalam hal materi bisa menjadi orang yang paling miskin. Miskin bukan hanya dalam hal ekonomi.. banyak orang kaya namun miskin kasih... banyak orang kaya miskin perhatian, pujian dan penghargaan. Mengapa? Karena justru banyak orang kaya yang disibukkan oleh berbagai macam urusan, bisnis, pekerjaan, hingga lupa bahwa kantong cinta mereka juga butuh diisi. Kabar baik seperti apa? Kabar baik bahwa Allah tetap mengasihi mereka, walau mereka tidak mengasihi Allah, kabar baik bahwa Allah tidak pernah menyerah untuk memenangkan hati manusia yang sekian lama telah membiarkanNya bertepuk sebelah tangan.

  1. memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan kepada orang buta.

Siapa yang ditawan, dan yang buta? Mereka atau bahkan kita yang terjebak dengan ritual dan rutinitas belaka, yang merayakan kasih sayang dengan batasan: aku mengasihinya bila ia mengasihiku...aku mengasihinya bila ia menguntungkan buatku...aku mengasihinya bila.... Mereka yang terjebak dengan cinta buta, cinta yang hadir hanya karena hasrat memiliki. Pembebasan macam apa? Pembebasan yang membuat mereka mampu mengerti dengan benar makna cinta kasih sesungguhnya, yaitu cinta kasih yang diberikan tanpa batas, kasih yang lintas budaya, pandangan, suku bahkan agama.

  1. membebaskan orang tertindas

Siapa yang tertindas? Mereka yang tertindas oleh kemiskinan, kebodohan atau malah pembodohan. Membebaskan seperti apa? Mengajarkan apa yang benar menurut Allah bukan menurut manusia, membantu mereka yang kekurangan, memberikan pendidikan dan lain sebagainya...

Segala sesuatu diatas hanya akan menjadi wacana semata bila kita tidak melakukannya... karena kasih sesungguhnya bukan sekedar kata-kata manis yang menyejukan jiwa.. tapi terutama kasih hidup melalui tindakan nyata yang membebaskan....dan tentunya lakukan setiap hari...setiap saat selama masih ada waktu bagi kita untuk senantiasa berbagi kasih dengan orang lain. Karena ada waktunya bagi kita kehilangan waktu untuk bisa berbagi kasih. Amin