Kamis, 04 Februari 2010

Ucapan Bahagia

Matius 5: 3-12

Apa kata dunia tentang kebahagiaan? Manusia mendefinisikan kebahagiaan sebagai suatu perasaan yang membawa perasaan gembira, tenang, bebas dari segala hal yang menyusahkan, beruntung, dan jauh dari mala petaka. Wahhh....siapa yang tidak mau hidup seperti itu??? Menyenangkan sekali bukan??? Namun... mana ada kehidupan di dunia yang seperti itu? Itu hanya ada di negeri dongeng, pun ada bagi kita, yaitu hidup setelah kematian (pun...sekali lagi...kalo pulangnya ke sorga dan bukan ke neraka )

Tapi...kalo dipikir2 mana ada sih manusia yang tidak mau merasa bahagia? Manusia akan selalu mencari kebahagiaan... bahkan kebahagiaan menjadi tujuan utama hidup manusia dan bukan yang lain. Kebahagiaan menjadi alasan manusia belajar, bekerja, berkarya, dan melakukan segala sesuatu dalam hidup mereka. Oleh karenanya kebahagiaan adalah sesuatu yang langka dan mahal adanya.

Pun banyak manusia yang sudah belajar, bekerja, berkarya dan melakukan banyak hal untuk meraih kebahagiaan, tetap tidak menemukannya. Hasilnya? Banyak manusia menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kebahagiaan itu. Cara cepat, cara curang....mencuri, hingga menghilangkan nyawa orang lain...apapun itu yang penting dapat memperoleh kebahagiaan yang diidamkan.

Apa dampak pencarian kebahagiaan macam itu? Banyak oraang berbahagia di atas penderitaan orang lain. Kebahagiaan kita mendatangkan kekecewaan, petaka, musibah dan kerugian bagi banyak pihak. Anehnya...makin banyak manusia yang merasa kebahagiaan macam itu mendatangkan lebih banyak kenikmatan, daripada kebahagiaan yang diperoleh dari kerja keras dan kejujuran.

Yahhh...memang bila kita menggunakan definisi manusia, maka kebahagiaan itu tidak akan pernah kita dapatkan... lalu bagaimana kebahagiaan yang sesungguhnya dapat kita peroleh, bukan yang sementara dan yang semu? Yesus memberikan resep kebahagiaan milikNya...yang banyak orang melihatnya sebagai suatu keanehan, namun inilah sejatinya kebahagiaan yang diimpikan oleh banyak manusia:

1. Miskin di hadapan Allah. Tentunya miskin disini bukan berarti miskin harta, hormat ataupun kuasa. Lalu apa artinya? Artinya...adalah orang yang merasa tidak berarti tanpa Allah di sisinya, yang sadar akan kebutuhan akan Allah dalam hidup mereka, yang senantiasa haus dan lapar akan Allah. merekalah yang empunya kerajaan sorga, bukan karena mereka yang paling tahu siapa Allah, yang paling kaya akan pengetahuan tentang Allah, namun karena mereka adalah orang-orang yang mencari Allah bukan karena alasan memperkaya, memperlengkapi, menjadikan diri berkuasa, namun...karena mereka tahu bahwa tanpa Allah mereka hanyalah debu.
2. Berdukacita. siapa yang mau berduka? Siapa yang mau ditinggal oleh kekasih...orang yang kita kasihi dan mengasihi kita? Tidak ada bukan? Namun tanpa merasa dukacita, kehilangan, kita tidak akan pernah merasakan penghiburan sejati yang dari Allah. Orang yang tidak pernah berduka tidak akan pernah tahu bagaimana rasanya mendapatkan penghiburan. Orang yang tidak pernah berduka tidak akan tahu rasanya memperoleh pengharapan di tengah keberdukaan itu. Intinya... kita tidak akan pernah melihat karya Yesus yang luar biasa itu di dalam hidup kita yang biasa saja. Justru di tengah ketidak berdayaan, di tengah kesulitan, di tengah himpitan dan kegelapan, secercah cahaya begitu berarti...
3. lemah lembut. Tentu sebagai anak Allah kita memang diminta untuk menjadi manusia yang lemah lembut, dan bukan lemah gemulai, atau lemah mental alias mudah putus asa. Tuhan ingin kita menjadi anak-anakNya yang kuat, mampu berdiri teguh dan tekun menghadapi banyak tantangan. Tapi kelemah lembutan menjadi nilai penting yang bermakna penguasaan diri oleh Roh kudus. Kata lemah lembut menjadi lawan sifat manusia yang agresif, egois dan mementingkan diri dan kepentingan sendiri. Semakin manusia meraup segala sesuatu di hadapannya...semakin sedikit yang diperolehnya! (Ambilah segenggam kacang dengan tangganmu...dan bedakan banyak kacang yang kamu peroleh bila kamu membuka tanganmu menjadi wadah bagi kacang2 itu.)
4. Lapar dan haus akan kebenaran. Membela kebenaran di masa moderen sekarang ini bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Banyak pengacara ataupun mereka yang dipanggil sebagai penegak hukum, sama sekali tidak membela mereka yang benar..alih2 membela mereka yang punya uang...kuasa...popularitas...dan lain sebagainya. Makin sedikit manusia yang sungguh2 membela kebenaran dalam hidupnya. Pertanyaannya mungkin kebenaran macam apa? Apakah sekedar membedakan yang benar dan yang salah? Atau? Ya kebenaran disini, bukan kebenaran ala manusia, namun hidup dalam kebenaran milik Allah, yang artinya menjunjung tinggi integritas sebagai Anak Allah, melakukan, memikirkan, dan mengatakan apa yang bersih, yang tidak bercacat....menjaga hidup berkenan di hadapan Allah
5. murah hatinya. Bukan harga dirinya yaaa....(banyak orang yang lebih suka menjatuhkan harga dirinya, makin hari makin murah.....demi menegak sedikit kesenangan dan kenikmatan, dengan tidak menjaga kualitasnya sebagai ciptaan Allah) Kita memang diciptakan spesial, tapi kita menjadi spesial karena Allah kita spesial....oleh karena itu Allah minta kita menjadi orang yang murah hati, yaitu jadilah orang yang menjunjung tinggi dan menjaga harkat dan derajat sebagai gambar dan rupa Allah dan bukan sekedar menjaga gensi. Yaitu mereka yang bertindak atas dasar kasih Allah, pengampunan dari Allah dan rasa sayang Allah kepadanya.
6. suci hatinya. Adakah manusia yang suci? TIDAK!! Hanya Allah seorang yang suci hatinya...tidak ada manusia yang hatinya seperti Allah. Namun bukan berarti perintah ini adalah sesuatu yang sia2 belaka. Karena suci di sini bukan soal tanpa noda dan dosa, tanpa terselip keinginan untuk berbuat tidak adil, jahat kepada orang lain. Namun bagaiman kita sebagai mansia yang terbatas, memilih untuk menjaga hati kita tetap dikuasai oleh hal2 yang bersih, tulus dan jujur. Mengapa harus hati? Karena hati adalah pusat kehidupan bagi orang yahudi, yang menentukan apakah hidup kita menjadi baik atau buruk. Hati menjadi tempat mengolah, menimbang, memutuskan apa yang harus diambil dalam hidup. Hati yang bersih akan memancarkan kehidupan yang baik...tapi hati yang penih dengan dengki, amarah, iri, dan kejahatan akan membuat kehidupan tidak bercahaya...namun menjadi gelap.
7. membawa damai. Sama dengan keadilan, damai adalah sesuatu yang amat langka bagi kehidupan kita dewasa ini. Di rumah, jalan, kantor, kampus, semua orang mengobarkan rasa marah dan bukan damai. Banyak manusia berdemo dengan mengusung kata damai...namun mengakhiri demo dengan tindakan yang tidak membawa damai bagi...para pedagang (yang gerobaknya diserbu), para pengguna jalan (yang mobil dan motornya disambit batu), para pengguna jalan yang lain (yang terkena kemacetan panjang)... Damai ada bukan hanya dengan slogan, spanduk,,,atau sorakan2 mengancam...namun dengan senyuman, sentuhan, sapaan...
8. dianiaya oleh karena kebenaran. Mungkin dalam hal ini yang kita alami tidak akan seextrim yang dialami oleh para murid. Mulai dari hal yang dianggap kecil dan remeh, ketika kita mengatakan kejujuran, ketika kita memilih untuk berakhir pekan di gereja, ketika kita memilih untuk bersahabat dengan mereka yang dijauhi dunia karena beragam alasan, ketika kita memilih untuk menolong orang yang telah menyakiti dan mengkhianati kita

tentang apa ini semua???? Tentang apa yang dianggap tidak berharga bagi dunia. Karena apa yang dianggap dunia tidak berarti diubahkan oleh Allah sebagai sesuatu yang bermakna dan bernilai. Jadi bila kita ingin menjadi orang yang berbahagia...jadilah orang yang melihat makna bukan hanya wujud....jadilah orang yang melihat nilai dan bukan hanya untung....jadilah orang yang menggunakan cara pandang Allah dan bukan cara pandang dunia....maka dapat dipastikan anda akan emnajdi orang yang paling berbahagia dalam hidup. Karena hidup yang Allah ciptakan bagi saya dan saudara adalah hidup yang indah adanya!!

Rabu, 27 Januari 2010

Yang Muda, Yang Giat Melayani Tuhan


Lukas 10: 1-12

Fokus:
- menolong remaja belajar tentang panggilan pelayanan dari Tuhan Yesus lewat pengutusan 70 murid
- mendorong remaja untuk memiliki gairah pelayanan

Di sebuah gereja GKI terdaftar sekitar 400 orang usia pemuda, namun yang hadir di dalam kebaktian pemuda hanya berkisar 40 orang, bahkan untuk mencari pengurus yang hanya berjumlah 7 orang, susahnyaaaa minta ampun.... kenapa ya? Apakah kita merasa bahwa gereja hanyalah menjadi kumpulan orang pendiam dan alim, hingga kaum muda yang identik dengan kehidupan malam, hura2, senang2 merasa tidak nyaman dan tidak pas berada di salam gereja. Apakah kita merasa bahwa melayani adalah pekerjaan bagi mereka yang sudah pensiun, yang sering kali untuk berjalan dan berbicara saja susahnyaaa minta ampun? Atau mengambil bagian pelayanan di dalam gereja adalah sesuatu yang tidak menyenangkan, dan hanya akan membuang waktu istirahat, hang out bareng teman, atau sekedar membuka facebook di komputer kita?

Mengapa banyak anak muda, remaja dan pemuda gereja enggan untuk melibatkan diri dalam pelayanan? Pun mereka menyediakan waktu untuk melayani, namun dengan motivasi yang salah? Misalnya mencari teman, pacar, untuk mendapatkan pujian dan pengakuan dan lain sebagainya. Hasilnya??? Banyak pelayanan menjadi sekedar formalitas, rutinitas hingga keterpaksaan. Duh kalo udah begitu bahaya donggggg...... karena akhirnya pelayanan kehilangan makna dan hakekatnya, yang memprihatinkan adalah ketika pelayanan tidak lagi membawa berkat alih-alih menjadi batu sandungan dan kutuk bagi orang lain.

Padahal seharusnya pelayanan dilakukan oleh orang muda, bukan orang tua. Tentunya bukan berarti yang sudah tua dilarang melayani loh!! Tapi karena yang kaum muda adalah kaum yang banyak tenaga, banyak akal, banyak kreativitas, menjadi harapan, dan tulang punggung gereja. Ini bukan soal asas manfaat yaaa..... sekali lagi ini bukan soal asas manfaat, tapi justru dalam kemudaan kita Allah memanggil kita untuk berbuat banyak. Sayangnya, (bukan untungnya) panggilan ini dapat ditolak, sama seperti ketika kita dipanggil oleh teman kita orang tua kita, atau siapapun, kita dapat saja menolak panggilan itu. Dan banyak remaja serta pemuda menolak karena alasan tidak ada untung, yang ada hanya rugi, rugi tenaga, waktu, pikiran.... dan itulah pandangan yang salah!!!

Mentang-mentang kita tidak dibayar sebagai pelayan gereja, bukan berarti menjadi pelayan Tuhan di gereja hanya membawa kerugian!! Justru sebaliknya, banyak keuntungan yang dapat kita peroleh loh!! Hah? Gimana bisa? Tentu bisa!! Hanya saja kita harus mengubah cara pandang kita terhadap pelayanan! Karena banyak pandangan yang benar menjadi salah, bukan karena pandangan itu sendiri, tapi karena kita salah memahami pandangan tersebut! Nah kini mari kita cari tahu apa saja pandangan itu!
1. Pelayan harus taat kepada mereka yang dilayani. Ay. 2-3. mungkin pertanyaan pertamanya adalah siapa yang dilayani? Jemaat atau Tuhan, pertama-tama? Tentu kita semua tahu bahwa pelayanan adalah untuk Tuhan dan bukan untuk manusia! Tapi...pada realitanya??? Banyak manusia yang memilih untuk melayani manusia dan bukan melayani Tuhan, itulah yang sesungguhnya menjadikan pelayanan sulit, menyebalkan dan memberatkan. Bagaimana tidak, bila kita ingin memuaskan keinginan manusia, berapa banyak keinginan yang harus kita puaskan, berapa banyak orang dengan rupa-rupa cita-cita, hasrat yang harus kita berikan melalui pelayanan kita. Tak mengherankan ada seorang pendeta mengatakan “Kalo mau nurutin kemauan jemaat mah kita bisa mati berdiri!!” kita memang melayani manusia, namun yang menjadi tujuan pelayanan itu sendiri bukan untuk menyenangkan hati manusia ataupun sekedar mengikuti apa yag diinginkan oleh mereka yang sedang kita layani, namun bagaimana pelayanan kita dapat menyenangkan hati Tuhan. Nah kini, apa yang alkitab katakan tentang panggilan pelayanan kita? Yaitu bahwa Tuhanlah yang mengutus kita, Ia yang mempersiapkan kita untuk dapat menuai. Bukan karena kita mampu atau kita pantas, namun karena Ialah yang mengutus kita, maka sesungguhnya Tuhan tidak akan pernah mengutus mereka yang tidak ‘siap’ diutus. Siap disini bukan soal hati, namun terutama, soal perlengkapan untuk melayani, talenta, berupa karunia Roh!! Jadi ketika kita dipanggil tentunya Tuhan sudah memperlengkapi kita untuk melayani! Tuhan tidak bodoh memanggil orang yang tidak siap!! Jadi memang kita sesungguhnya telah siap hanya saja kita tidak mau. Keuntungannya?? Pelayanan sama dengan belajar, belajar dan mengasah diri untuk menjadi manusia yang berkualitas di hadapan Tuhan dan bukan hanya di hadapan manusia, yaitu ketika kita belajar menjadi lebih sabar, berhikmat, berpengetahuan, bijaksana, tanpa harus pergi ke sekolah kepribadian!! Karena apa yang kita hadapi sehari-hari dalam pelayanan kita itulah yang mengasah kita menjadi manusia yang semakin segambar dan serupa dengan Allah, dan bukan menjadi manusia yang gampangan!! Ib 12:8. Mau disebut sebagai manusia gampangan atau berkualitas???
2. Pelayanan sifatnya rohani bukan duniawi. Ay 4. Hohoho.... siapa bilang pelayanan hanya melulu soal rohani!! Salah besar!! Kita, memang melayani Allah yang adalah roh, namun pelayanan itu kita lakukan kepada manusia, di dunia, bukan di alam baka, sorga ataupun neraka! Jadi perkara pelayanan juga adalah perkara duniawi. Melayani bukan berarti hanya memberitakan Yesus adalah Tuhan yang juga membawa keselamatan bagi manusia melalui perkataan, kotbah, namun juga dengan memberi makan mereka yang lapar, memberi minum mereka yang haus, memberi pakaian mereka yang telanjang, menghibur dan menjadi sahabat bagi mereka yang sedih dan dijauhi dunia........itulah makna pelayanan seorang Kristen. Sayangnya.....banyak orang melayani untuk mendapatkan sesuatu yang sifatnya duniawi: pujian hormat, sanjungan, pengakuan, eksistensi dll. Selain itu, banyak juga orang yang melayani mengukur pelayanannya dengan kacamata duniawi. “ Saya kan sudah jadi panitia, penatua, pelayan ibadah, pengurus komisi. Saya kan dari pagi sudah ada di gereja. Dari tadi saya aja yang kerja, yang lain mana?” hei heiii.... walaupun pelayanan bukan semata-mata hal rohani, namun juga duniawi, jangan kita menggunakan ukuran dunia untuk menilainya. Mengapa? Karena pelayanan kita tidak diukur dari seberapa banyak kita memberi waktu, peran, ide, kreativitas ala manusia, tapi seberapa banyak kita mengubah manusia lain ke arah yang Tuhan inginkan, itulah pelayanan yang sesungguhnya...yaitu segala aktivitas yang digunakan untuk mengasihi Tuhan dan menjadikan sesama menjadi lebih serupa dan segambar dengan Tuhan, bukan dengan kita! Keuntungannya?? Kita jadi berkat!! Kita diingat sebagai orang yang menambah nilai dan kualitas, menjadi inspirasi, membawa perubahan positif bagi orang orang di sekeliling kita!!
3. Kita akan merasa damai dan sukacita kalau sudah melayani. Duhhh....kalo mau cari damai sih bukan dengan cara melayani..... kalo konsep seperti itu kita miliki maka kita akan kecewa!!! Kecewa terhadap pelayanan, dan kecewa terhadap Tuhan...loh..loh ko bisa? Coba saja, semakin banyak kita melayani...semakin kita tidak merasa damai, banyak konflik, banyak sakit hati, banyak penghianat, banyak yang hanya cari untung dari pelayanan kita....dan masih banyak lagi daftar yang membuat kita tidak damai. NAMUN! Bukan berarti pelayanan hanya membawa sengsara, nah ini nilainya: Kedamaian yang diperoleh bukan karena pelayanan kit akan kita jalani tanpa masalah...layaknya kita berada di tempat yang aman, nyaman, tanpa tantangan, yang membuat kita dapat merasa tenang dan senang selamanya! Tapiii...semakin berat tantangan...semakin besar pula kesempatan kita untuk menikmati kasih setia, penyertaan, keajaiban Allah dalam hidup kita. Intinya: kalo gak pernah sakit, kita tidak akan tahu rasanya mengucap syukur ketika kita diberikan kesehatan. Dan semakin keras sakitnya...semakin besar sukacita dan damai yang dirasakan bila kita dapat pulih dan sembuh dari penyekit tersebut. Keuntungannya??? Menikmati kasih setia Allah...dan perbuatanNya yang ajaib...apalagi yang lebih menyenangkan dari pada itu!!

Sakit, jenuh bosan dalam pelayanan itu biasa! Tapi ada hal yang luar biasa yang dapat kita nikmati ketika kita mau terjun ke dalamnya. Lebih dari yang kita bayangkan...kita akan sungguh menjadi anak-anak Tuhan yang layak mendapatkan anugerah keselamatan dan bukan hanya menjadi anak yang telah dipungut dari dosa yang tidak tahu balas budi!

Kini, seperti biasa...pilihannya ada di tangan kita? Mau sakit untuk menikmati kasih Allah lebih dalam lagi atau tidak?

Sabtu, 09 Januari 2010

New Earth: New Hope


Isaiah 65:17-25

Apa yang terbersit di benak kalian bila mendengar bumi baru? Apa yang akan kita bayangkan bila Tuhan sungguh berniat menciptakan langit dan bumi yang baru? Apakah yang dibayangkan adalah sebuah bumi yang kembali penuh dengan berbagai tumbuhan, dimana manusia yang ada juga hanya mengenakan pakaian dari kulit hewan? Bumi yang tanpa gedung pencakar langit, apartemen, dan mall yang mewah? Wah tentu dapat menjadi menyenangkan dan menyebalkan sekaligus. Menyenangkan, karena kita akan dapat menghirup udara yang menyegarkan, melihat lingkungan yang masih ramah kepada kita. Menyebalkan karena Mall tempat kita melepaskan kepenatan dengan bioskopnya, tempat nongkrong yang cozy, tidak akan dapat kita jumpai lagi.

Mungkin, kalo manusia disuruh untuk menciptakan bumi baru yang akan ada adalah kemajuan...teknologi, IPTEK, pokoknya kemajuan deh... Yahhh....namanya juga manusia, yang suka akan kemajuan....termasuk melihat kemajuan jaman yang ditandai dengan makin sedikitnya tempat untuk berteduh, digantikan dengan berbagai bangunan bercitra rasa dan berarsitektur tinggi, sebagai bukti nyata perkembangan peradaban manusia. Bagaimana bumi baru ala Tuhan, adakah kita pernah berangan-angan, bumi baru seperti apa yang hendak Tuhan ciptakan bagi manusia? Apakah bumi yang hanya didiami oleh tumbuhan dan binatang dan tanpa manusia yang lebih suka merusak daripada menjaga bumi ciptaan Tuhan ini, atau bumi seperti apa yaa??

Kalo saya? Saya merindukan bumi yang masih asri, lingkungan yang masih ramah pada kehidupan manusia...wah senangnya. Saya masih ingat dengan baik, ketika di depan rumah saya, beberapa waktu yang lalu, masih terdapat lapangan rumput tempat saya memacu sepeda dan layangan saya. Dan kini di depan saya hanya ada bangunan ruko, yang entah untuk apa saja penggunaannya. Hmmm.... rasanya rindu sekali untuk dapat kembali ke masa itu. Tapi tentunya kita tidak memiliki mesin waktu yang dapat menghantarkan kita ke masa tersebut.

Wahhh... bagaimana bisa menciptakan langit dan bumi yang baru.???? Kita kan bukan Tuuhan... hanya Tuhan yang dapat menciptakan langit dan bumi yang baru. Ya memnag Cuma Tuhan yang bisa menciptakan langit dan bumi yang baru, tapi kita dipanggil juga untuk bersama dengan Tuhan mewujudkan langit dan bumi yang baru itu. Pertanyaannya kini, bagaimana caranya?

Namun, sebelum kita jauh berangan tentang seperti apa bumi baru yang kita idamkan, lebih baik kita memahami dulu, apa arti bumi baru disini. Apakah bumi baru yang nanti Tuhan ciptakan itu akan menggantikan bumi kita yang sudah tua dan bobrok ini? bumi seperti apa yang Tuhan ingin ciptakan bagi manusia dan segala ciptaanNya? Pertama-tama mari kita telusuri, apa yang disebut dengan langit dan bumi yang baru, yang tertulis di Yesaya.

Memang langit dan bumi yang ada di Yesaya ini disepandankan dengan langit dan bumi baru yang terdapat dalam kitab Wahyu yang sesungguhnya lebih menggambarkan keadaan setelah akhir jaman, yaitu keadaan dimana tidak ada lagi ratap tangis, kesakitan, kesedihan, dan pertikaian. Langit dan bumi yang baru menggambarkan pengharapan akan kehidupan yang dipenuhi dengan sukacita dan kedamaian yang kekal dan akan selalu ada untuk orang percaya, walau setelah bumi ini berakhir sekalipun. Tapi apakah untuk menikmati Langit dan bumi yang baru kita harus menunggu kiamat dulu? Wah kapan dong? Kiamat kan ga ada yang tau!!! Kecuali Kiamat versi Hollywood, yang digambarkan di Film 2012 beneran terjadi.

Tenang saja rekan2 sekalian, kita tidak perlu menunggu lama untuk menikmati langit dan bumi yang baru, yaitu hanya dengan melakukan apa dicita-citakan oleh Yesaya bagi bangsa Israel yang pada waktu itu berada dalam pembuangan. Dan ingat, harapan itu akan selalu ada untuk kita...asal lakukan prasyaratnya. Apa syaratnya:
1. Jangan kembali melakukan hal yang dulu kita lakukan. (ay 17) apa artinya? Bukan berarti bila dulu kita sekolah, maka janganlah lagi bersekolah; dulunya melayani, kini tidak lagi melayani. (kalo itu mah emang maunya yaaa). Terus apa dong maksudnya? Maksudnya adalah ketika kita meninggalkan perbuatan manusia lama kita, yang dahulu masih terikat dosa. Bila kita masih melakukan apa yang dilakukan oelh manusia lama kita, maka apa arti pembaharuan dalam Kristus.... kita sama sekali tidak baru.... Cuma ganti kemasan.... akhirnya apa bedanya kita dengan hp butut yang hanya ganti casing-nya saja. Lakukan apa yang baik, yang berkenan dan yang Tuhan inginkan bukan hanya yang kita inginkan. Jangan ingat lagi, bukan berarti kita tidak perlu mengingat apa yang buruk, tapi jadikan yang buruk itu sebagai pelajaran yang berharga untuk dapat menjadi bekal kita menciptakan bumi dan langit yag baru yang lebih baik. Misalnya kita ingat di masa lalu kita sering sekali membuang sampah sembarangan...maka kini jangan dilakukan lagi, karena pengalaman masa lalu itu membawa kita pada pelajaran berharga tentang selokan yang tersumbat yang menyebabkan banjir dimana-mana. Jangan juga timbukan keinginan untuk kembai merusak alam
2. 21-22 Ingat, bahwa apa yang kita tabur akan kita tuai...bila kita menabur kemarahan, iri dengki kita akan menuai pertengakaran, keributan, dan perpecahan....bila kita menabur kedamaian, kebaikkan, keramahan maka kita akan menuai kebahagiaan, keharmonisan, dan kebaikkan yang lain. Apa konsekuensinya dari hukum tabur tuai ini dalam rangka mewujudkan bumi baru dengan harapan baru? Milikilah harapan yang baik, ambilah juga jalan yang baik demi mencapai harapan itu. Karena tidak mungkin harapan baik dapat terlaksana dengan cara yang tidak baik. Kalo kita memang menginginkan kehidupan yang lebih baik maka berlakukah baik kepada semua ciptaan mulai sekarang....bila kita sendiri tidak berlaku adil terhadap sesama manusia ataupun terhdap ciptaan Tuhan, bumi didalamnya, jangan kita berharap mereka dapat memberikan segala yang baik kepada kita. Jangan salahkan air bila kita kebanjiran. Jangan salahkan tanah bila kita terkena longsor, jangan salahkan udara bila udara yang kita hirup tercemar. Itu semua ulah kita!! Jadi untuk mewujudkan bumi yang baru berlakulah juga seperti manusia baru dengan perilaku, kasih, iman dan pengharapan yang baru!
3. 24. bumi baru memang masih menjadi cita-cita yang belum terlaksana, oleh karenanya banyak orang yang menganggap itu hanyalah angan dan impian semata yang masih gelap dan tidak jelas. Hei... ingat bahwa di dalam Tuhan masa depan kita yang tidak jelas telah diubahnya menajdi terang, karena Ia sendirilah yang menyinari kita dengan terangNya yang kekal. karena bumi ini punya arsitek sendiri...maka tanyakan pda arsitek tersebut, apa yang baik bagi bumi. Kita ini hanya pekerja bangunan, dan Tuhanlah yang menghitung dan mengatus semuanya agar baik adanya. Jangan pakai ukuran kita dalam berbuat sesuatu bagi bumi dan ciptaan Allah yang lain. Maka tanyakan kepada Allah yang merancangkan bumi ini, tentang apa yang harus dilkakukan demi terjaganya maksud baik Allah bagi kehidupan manusia!! Mengapa? Karena hanya Dialah yang tahu apa yang akan terjadi esok, lusa, satu tahun ataupun 1000 tahun dari hari ini. Ia adalah Allah yang Maha Tahu dan Allah yang melampaui jaman yang ada. Jadi....tahu kan cara mewujudkan dunia, bumi ataupun langit yang baru??? Tuhan adalah kunci jawabannya..

Sabtu, 14 November 2009

Sukacita Kemenangan Orang Percaya di Akhir Jaman

Daniel 12: 1-3
Mazmur 16
Ibrani 10:11-14, 19-25
Markus 13: 1-8


Hampir setengah tahun ini saya memperhatikan pekembangan buku-buku yang terbit di berbagai toko buku, khusnya Gramedia. Sesuatu menarik perhatian dan menggelitik nurani sayA, yaitu ketika saya menemukan berbagai macam buku yang berusaha menggambarkan apa yang terjadi pada tahun 2012. Lebih dari itu, kini telah ditayangkan di Bioskop Film bertajuk 2012 yang menggambarkan kengerian yang akan terjadi pada hari Kiamat.

Berbagai macam agama manusia, berusaha mendefinisikan, menjelaskan, meluruskan, hingga menubuatkan akhir dunia yang menurut beberapa orang, telah diramalkan oleh Suku Maya ratusan tahun yang lalu yang akan terjadi pada 21 Desember 2012. bagi Suku Maya sendiri tahun 12 Desember 2012 bukanlah hari kiamat, namun tahun kejayaan bagi bangsa dan bagi umat manusia... yaitu peradaban baru dimana bumi kembali sempurna, dan murni.


Banyak dari kita, yang menyangkal dengan Firman Tuhan yang berkata: “Hari Tuhan akan datang seperti pencuri, tidak ada seorang pun tahu bahkan Anak Manusia sekalipun.” Ya... itu memang benar....menurut iman kita tidak ada yang akan dapat meramalkan dengan pasti tentang akhir jaman, itu adalah rahasia Allah, bukan manusia. Namun tentunya bukan berarti hari itu tidak akan penah datang... bahkan Kiamat dapat hadir lebih cepat dari yang diramalkan. Kini apa dampak semua tulisan, film dan pemberitaan tersebut bagi kehidupan kita sebagai anak-anak Allah? Adakah anda dan saya merasa takut? Bila ya...maka dapat dipastikan anda tidak siap menanti kedatangan Tuhan!!!

Lah!! Mengapa begitu?
Karena seharusnya sebagai anak-anak Allah, orang percaya yang telah dipanggil dari gelap menuju terang yang kekal, kita tidak sepatutnya merasa takut!! Alih-alih perasaan takut itu kita ganti dengan perasaan sukacita! Semakin dekat waktunya semakin sukacita pulalah hati kita, karena akan berjumpa dengan Dia yang adalah pemilik hidup, dan bersamaNya menuju kemenangan sejati! Jadi bila kita masih merasa takut: jangan-jangan kita belum hidup berkemenangan bersama Tuhan, jangan-jangan kita masih berkutat dengan dosa, belum dapat hidup sesuai dengan jalan Tuhan? Belum layak dipanggil sebagai anak-anak Allah
dan disebut sebagai orang percaya?

Memang akhir jaman adalah masa dimana kesesakkan, musibah, malapetaka akan senantiasa mendera hidup manusia. Ini bukan hanya yang ada di film, tapi memang Firman Tuhan mengingatkan kita tentang masa-masa akhir sebagai masa-masa kesesakkan. Oleh karena itu Yesus mengingatkan kita dengan berkata: “Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! Akan datang banyak orang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah dia, dan mereka akan menyesatkan banyak orang. Dan apabila kamu mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang, janganlah kamu gelisah. Semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya. Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan. Akan terjadi gempa bumi di berbagai tempat, dan akan ada kelaparan. Semua itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru.” Mark 13: 1-8 dan tanda-tanda jaman yang Yesus katakan ribuan tahun yang lalu itu sudah kita alami satu persatu. Namun itu semua ternyata hanya awal....dan belum kesudahannya.

Makin beratkan tantangan kita? Tentu!!! Semakin berat setiap hari, tapi Tuhan bukan Allah yang kejam!! Ia tetap Allah yang menyertai kita hingga kesudahan jaman. Kehidupan yang semakin sulit, yang menguji pengendalian diri, amarah, kesabaran, pengharapan, iman dan kasih kita kepada Allah ini, akan menjadi batu uji bagi kita. Dan bagi siapa yang bertahan dan menang mengatasi batu uji ini, bijaksana dalam menjalani hidup, membawa orang pada terang kebenaran Allah akan bercahaya bagaikan cakrawala dan bintang-bintang dan mendapat hidup kekal (Dan 12:2-3)

Hanya saja untuk tetap berpengharapan, beriman dan memiliki kasih yang murni terhadap sesama dan Tuhan tentu bukan hal yang mudah. Itulah yang sesungguhnya menjadi dasar ketakutan kita. Kita sadar bahwa hidup sebagai orang percaya bukanlah hidup yang mudah untuk dijalani, apalagi bila dijalani dengan asal2an. Kita sadar bahwa sesungguhnya kita tidak pernah dapat menjadi apa yang Tuhan inginkan seutuhnya...

Oleh karena itu bagaimana menjadi orang percaya yang senantiasa memiliki sukacita kemenangan di akhir jaman ini?
• Tekankan pengharapan kita kepada Yesus, bukan kepada yang lain. Akhir jaman memang merupakan sesuatu yang kabur. Tidak ada satupun orang yang dapat menentukan kapan masa itu akan sunguh2 datang. 3, 10,20,50 100 tahun lagi.... kita tidak akan pernah tahu. buku boleh berkata apapun, film boleh menggambarkan apapun, tapi kita punya iman kepada Yesus. Oleh karena itu belajarlah untuk mendengar apa kata Yesus dan bukan apa kata dunia, para ahli sekalipun. Ramalan Kalender Maya, orang pandai sekalipun jangan membuat iman kita goyah. Yaitu bahwa Yesus Kristus yang telah mengalahkan maut dalam kematian dan kebangkitannya telah memberikan kita kehidupan kekal di masa depan. Tidak ada yang lain yang mampu memberikan kehidupan kekal selain Yesus, Juru Selamat kita, karena Ia tidak hanya memberikan keselamatan, kelepasan, tidak juga hanya menujukkan jalan menuju keselamatan itu, namun mengalami keselamatan itu. (Ibrani 10: 11-14. Penghayatan masa depan bagi orang percaya ada dalam pengharapan bersama dengan Terang karya Kristus, oki.. Tidak menjadi kabur dan gelap
• Karena Yesus telah hadir menjadi teladan maka, kini tugas kita tidak hanya mengakui dan menghayati pekerjaan dan karya Yesus bagi kita, namun terutama berusaha untuk melakukan apa yang Yesus Lakukan!! Kita boleh berkata saya kan punya kelemahan...atau saya kan punya keunikan...atau juga saya kan punya cara sendiri menghadapi persoalan atau...saya kan memang bukan orang yang ramah....saya ya saya...jangan dipandingkan dengan orang lain dong!!! Banyak hal yang bisa kita katakan sebagai pembelaan diri kita terhadap penilaian orang lain. Namun diatas semuanya itu adakah kita ingat bahwa kita adalah citra Allah, bukan hanya keunikan kita saja yang ada dalam diri kita, termasuk kelemahan dan kelebihan...namun jugapunya keunikan Kristus...karena kita adalah gambar dan citraNYa.... jadi daripada menjunjung keunikan diri...bukankah lebih baik kita mencoba untuk makin serupa dengan Yesus???
• Hidup bagi orang lain dan bukan hanya diri sendiri. Ibrani 10: 23-25. Alih alih melakukan perbuatan baik bagi diri sendiri, lakukan juga perbuatan baik bagi orang lain...dan jadilah inspirasi alam berbuat baik bagi orang lain... jangan jadi inspirasi dalam menjatuhkan orang lain. Hari-hari ini jahat... bila kita tidak menggunakan waktu yang ada dengan melakukan apa yang baik di hadapan Tuhan jangan harap Tuhan melihat kita sebagai hamba yang baik dan layak mendapatkan sukacita kekal bersamaNya. Gunakan waktu untuk saling menasihati, mengingatkan dalam kasih bukan dengan kekerasan. Apa pentingnya saling mengingatkan? Karena bila ada salah seorang dari saudara kita yang berbuat dosa dan kita, yang mengetahuinya tidak menegurnya dalam kasih, maka kita juga berdosa kepada Allah.

Jadi pilihlah yang baik, yang benar, yang berkenan kepada Allah, hingga sukacita kemenangan orang percaya di akhir jaman sungguh menjadi milik kita!!! amin

Sabtu, 07 November 2009

Wujudkan Realitas Kerajaan Allah Dengan Kasih

Ulangan 6: 1-9
Mazmur 146
Ibrani 9: 11-14
Markus 12:28-34

Bila hari ini saya bertanya kepada saudara: “ Apakah kerajaan Allah itu telah datang?” apa kira-kira jawaban bapak ibu sekalian? Adakah kita menjawab belum karena Tuhan memang belum datang? Atau malah lebih banyak dari kita yang mengatakan ngaak tahu? Wajar bila kita mengatakan belum, karena yang kita bayangkan tentang kerajaan Allah adalah yang indah...yang damai...yang dipenuhi sukacita....tempat dimana tidak ada ratap tangis, keluh kesah, derita manusia...dan SEGALA SESUATU YANG MEMBUAT MANUSIA BERTERIAK : DIMANA ALLAH!!!! jangan-jangan karena itu juga manusia mengatakan “Allah tidak ada”

Kerajaan Allah memang menjadi konsep yang abstrak sekaligus ambigu bagi manusia kebanyakan. Namun bukan karena keabstrakkannya itu Kerajaan Allah hanyalah menjadi angan atau mimpi manusia yang tertekan oleh kehidupan, atau ekspresi dari pengharapan akibat penderitaan. Kerajaan Allah bukanlah impian, bukan pula harapan belaka, namun sebuah realitas yang dapat dirasakan, dinikmati, diresapi oleh tubuh dan indera kita. Wahhhh.... bagaimana kita bisa meyakini bahwa Kerajaaan Allah adalah suatu realita dan bukan sekedar pengharapan apokaliptik??

Tentunya kesadaran bahwa kerajaan Allah adalah suatu realita berawal dari pengakuan kita terhadap eksistensi Allah. Kerajaan Allah tidak akan pernah ada bila Allah juga tidak ada. Allah kita adalah Allah yang Maha Hadir. I a tidak hanya hadir di masa lalu atau masa depan, namun Ia juga hadir di masa kini. Bila keyakinan itu menjadi pegangan kita, bahwa Allah hadir sekarang...di tengah2 kehidupan manusia bahkan dalam hati kita...maka bukankah perwujudan kerajaan Allah dapat kita nikmati dari saat ini, dalam hidup dan kekinian kita?

Tapi... Allah belum mau mengambil alih kekuasaanNya, dan menjadi Raja sepenuhnya atas diri manusia. Ia masih ‘betah’ berada dalam hati manusia. Oleh karena itu walau judulnya Kerajaan Allah, bukan semata-mata hanya Allah yang bekerja untuk mewujudnyatakannya, manusia diajak untuk mengambil bagian bersamaNya.

Apa wujudnya? Tentu kita semua tahu jawabannya... Kasih melalui Yesus... yaitu kasih yang diberikan atas pengorbanan diri, tubuh jiwa dan ragaNya. Kini, bagaimana mewujudkannya? Dengan cara apa dan bagaimana?
1. (29) Dengarlah. Mendengar bagi sebagian orang bukanlah hal yang menyenangkan, karena ketika mendengar berarti tidak berbicara, bila kita berbicara maka tidak akan pernah dapat mendengar. Sedangkan keinginan manusia adalah berbicara dan bukan mendengar. Nahhhh... Bila untuk mendengar sesama manusia saja, manusia enggan, apalagi untuk mendengar Tuhan!! Kerajaan Allah adalah milik Allah dan oleh Allah bukan milik dan oleh manusia. Bagaimana mewujudkan kerajaan Allah tanpa mendengar Dia yang adalah Raja dari segala raja itu? Kerajaan Allah hanya akan menjadi kerajaan dongeng tanpa kita menghadirkan Allah sebagai pemilik dalam kehidupan kita dan memperdengarkan kehendak dan titah Allah itu dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita perlu sadar bahwa kerajaan Allah bukanlah kerajaan dimana ada kastil yang indah, dikelilingi oleh taman bunga yang rupawan. Namun kerajaan Allah adalah kondisi dimana aturan Tuhan diberlakukan, kehendak Tuhan diperdengarkan, kuasa Tuhan diinyatakan. Jadi yang pertama belajarlah mendengar Undang-undang, aturan Allah dan bukan kita.
2. (30) dengan segenap hati, jiwa, akal budi dan kekuatan. Apa bukti kasih kita kepada Tuhan? Sekuntum bunga kah? Nyanyiankah? Kesediaan untuk menjadi pelayan di gereja kah? Banyak manusia merasa bila ia telah memberikan waktu dalam pelayanan berarti sudah mengasihi Tuhan. Banyak juga dari kita yang merasa telah memberikan persembahan yang banyak berarti telah mengasihi Tuhan. Salah besar!!! Karena mengasihi Tuhan haruslah dengan 1. segenap hati, yaitu dengan memusatkan kehidupan kita kepada Tuhan. Bukan sekedar hidup untuk menyatakan eksistensi kita sebagai manusia, namun hidup untuk menyatakan eksistensi Allah; Hidup yang mewartakan Allah, mengandalkan Allah, meminta kekuatan Allah dan untuk dipersembahkan kepada Allah. 2. dengan segenap jiwa, yaitu dengan segenap nafas. Nafas adalah bukti kasih dan penyertaan Tuhan dalam hidup manusia, maka kasihilah Tuhan dalam setiap hembusan dan tarikkan nafas kita. yaitu ketika kita tidur untuk mengasihi Tuhan, bekerja untuk mengasihi Tuhan, makan untuk mengasihi Tuhan, bekerja untuk mengasihi Tuhan, menjadi suami, isteri untuk emngasihi Tuhan, merawat buah hati karena mengasihi Tuhan....apapun yang kita lakukan dalam setiap tarikkan dan hembusan nafas kita. 3. dengan segenap akal budi, yaitu dengan segenap kepandaian, pikiran, pengertian, ragam ilmu yang kita dapatkan dan miliki. Perkayalah hidup dengan pelbagai pengertian untuk mengasihi Allah, dan jangan gunakan pelbagai pengertian itu untuk menyakiti bahkan mengkhianati Allah. 4. dengan segenap kekuatan, yaitu segala hal yang kita anggap adalah sumber kekuatan dunia kita, baik kekayaan, pengaruh, popularitas, kuasa....gunakan itu semua untuk mengasihi Allah bukan untuk mencari pengakuan manusia yang semu. Hanya dengan itu semua kerajaan Allah akan sungguh hidup dalam seluruh hidup kita
3. kasihilah sesama manusia seperti diri sendiri. Mengapa harus mengasihi sesama manusia? Karena Allah ada di dalam diri manusia. Setiap manusia memiliki Roh Allah. sesuatu yang mustahil mengasihi Allah tanpa mengasihi sesama manusia. Allah tak nampak di hadapan kita, manusia yang ada di hadapan kita... Objek dari kerajaan Allah bukan hanya diri kita pribadi, namun sesama manusia. Untuk itulah kita mengasihi... untuk mewujudkan kerajaan Allah dalam hidup sesama kita..

Kekekalan dan Kesementaraan

Mzmur 90:12
Yak 4:14
Tujuan:
1. Menjelaskan kaitan antara konsep waktu, kekal dan sementara
2. menjelaskan bagaimana orang Kristen harus selalu mengaitkan kesementaraan hdup yang kita jalani dengan kekekalan sorgawi
3. mengajak pemuda untuk mempunyai kehidupan yang memusatkan pikiran serta tenaga untuk mengerjakan hal-hal yang bernilai, untuk kekekalan dan untuk kehendak Allah

Pertanyaan pertama yang mungkin bisa membantu Anda dalam memahami tema kita pada hari ini adalah: “ Untuk apa anda hidup hari ini?” Apa kira-kira jawaban anda? Untuk bersenang-senang...Tidak tahu.... atau jawaban klise: Untuk melayani Tuhan? Tahukah anda dengan waktu yang ada di dunia ini bersifat sementara? Tidak akan selamanya bumi berputar...tidak akan selamanya matahari bersinar...tidak akan selamanya anda memiliki wajah rupawan....semuanya akan dimakan oleh waktu dan usia.

Nah kalau begitu... untuk apa kita hidup? bila semuanya sementara? Dan akan berakhir? Yaaaa... semua yang ada di bumi ini, tata surya ini hanyalah semu. Tidak ada satupun yang bertahan. Lalu untuk apa kita ada... bila kitapun tidak akan bertahan? Tubuh kita memang tidak akan bertahan... namun tidak dengan roh kita. roh akan ada selamanya... karena roh kita adalah Roh Tuhan dan oleh karena itu roh kita bersifat kekal.

Waktu Allah berbeda dengan waktu manusia. Kita tidak bisa menyamakan keduanya karena waktu Allah adalah waktu yang tidak terbatas oleh jaman, musim, tahun, bulan dan jam ala manusia, karena ALLAH memang tak terbatas oleh waktu. Sedangkan kita???? adakah manusia yang tidak pernah menjadi tua? Adakah manusia tidak menjadi keriput? TIDAK!!! Semua memiliki masanya sendiri sendiri kecuali Tuhan.

Masalhnya kini, bila tubuh kita tidak kekal, sebaliknya dengan roh adalah kekal...apa yang akan terjadi bila nanti kita meninggalkan tubuh yang fana ini? Kemana roh kita akan pergi? melayang-layang di udara? Gentayangan, seperti yang digambarkan media masa? Atau kembali ke Atman seperti yang diajarkan agama Hindu?

Heiii... rekan rekan muda!!! Jangan pikir kita diciptakan tanpa maksud. Tuhan tidak menjadikan kita hanya untuk menunjukkan bahwa Ia adalah pengasih dan penyayang...atau hanya untuk menunjukkan kekuasaanNya yangbesar atas ciptaan, apalagi untuk melampiaskan amarahNya. Jangan berpikir bahwa hidup kita adalah kebetulan....tidak ada yang kebetulan di muka bumi ini termasuk ketika kita lahir, bertumbuh dan menjadi manusia yang dapat berbuat ini dan itu. Lalu untuk apa? Untuk menjadi anak-anakNya... untuk menjadi Ahli warisNya.

Tentu.... sebagai seorang Ayah... Ia ingin kita menjadi anak-anak yang berkualitas agar sungguh layak untuk menjadi seorang pewaris kerajaan Allah bukan? Itulah mengapa kita Ia menempatkan kita dalam dunia yang sementara dan terbatas ini, agar di dalamnya kita melatih diri...hidup untuk semakin serupa dan sempurna layaknya Bapa kita di Sorga. Ia tentu dapat melenyapkan kita dengan hanya menjentikkan jariNya, atau mengedipkan mataNya bila dilihatnya kita tidak mempu menjalankan segala sesuatu sesuai dengan kehendakNya. Ia juga dapat menciptakan anak-anak sesuai dengan kehendakNya: yang baik, yang berkualitas, yang sanggup menjadi ahli waris yang sempurna....Tapi itu semua tidak Ia lakukan karena Ia ingin manusia sungguh memilih yang terbaik, bukan seperti robot yang hanya mempu menjalankan tugas sesuai dengan program.

Hidup kita di bumi yang sementara ini akan kita lanjutkan di Sorga kekal bersama Allah, Bapa dan pencipta kita. dan tentunya kualitas kita di bumi menentukan bagaimana kita akan menjalankan kehidupan kekal bersama Bapa kemudian hari kelak. Kita tidak berhak menentukan bagaimana kita ingin hidup sekarang, namun ketika kita kembali ke tangan Bapa... Allah Bapa-lah yang berhak menentukan apakah kita layak menjadi pewarisNya atau tidak.

Nah kalau begitu.... nyatalah bahwa bila kita ingin menjadi qualified di hadapan Allah, maka kita harus gunakan standar Dia dan bukan standar kita. Jadi apa kiat menjalani hidup yang hanya sementara ini:
1. ( Yak 4: 16) Jangan pernah merasa layak untuk menjadi ahli warisnya... karena ketika kita merasa kita layak kita tidak akan memacu diri untuk selalu menjadi lebih baik dan meningkatkan kualitas kita sebagai ciptaan yang sempurna. Alih alih mengatakan: ”Saya kan manusia biasa yang penuh dengan kelemahan.” Lebih baik bekata :”Saya diciptakan oleh Allah yang spesial, dan untuk menjadi spesial maka saya harus melakukan tindakan-tindakan yang spesial pula!!” jangan juga berkata: “saya mampu kok menjadi ahli waris yang sempurna bagi Allah” karena sesungguhnya tidak ada manusia yang sungguh layak untuk menjadi warisnya. Jadi berkatalah: “ Saya akan terus berusaha untuk menjadi apa yang Tuhan inginkan dan bukan yang dunia inginkan.”
2. (17) berbuatlah yang terbaik bukan hanya yang baik. anda semua ingin menjadi inspirasi dan membawa dampak yang baik bagi orang lain bukan? Maka lakukanlah segala hal yang membawa inspirasi, lakukanlah segala yang baik. kita tidak akan menjadi orang yang bernilai, bila yang kita lakukan sekarang tidak bernilai. Kita tidak akan menjadi orang yang berharga bila kita tidak belajar untuk senantiasa melakukan yang berharga. Kita tidak akan menjadi orang yang besar bila kita tidak berani memilih untuk melakukan hal-hal yang dapat membawa kita menjadi lebih besar!! Laakukanlah semua itu bukan karena kita merasa terpaksa dan dituntut untuk melakukannya, namun karena kita harus menunjukkan kualitas kita sebagai ciptaan yang telah diciptakan dengan sempurna, yang adalah memaksimalkan kapasitas kita sebagai manusia. Dengan melakukan yang tidak berharga... kita tidak hanya mempermalukan diri sendiri, tapi mempermalukan Tuhan yang kita imani!! Berani menjadi seorang Kristen berarti juga berani memilih hal yang berharga di mata Tuhan, walau itu mungkin tidak berharga di mata manusia! Jangan pernah mengatakan: “ saya tidak minta diciptakan!! Saya tidak minta dilahirkan!! Bila saya tahu hidup saya hanya untuk Tuhan dan bukan hanya untuk saya sendiri saya tidak akan pernah mau datang ke dunia!!” Karena sesungguhnya Tuhan tidak pernah menciptakan seorang pengecut!!! Dosa yang membuat kita seperti pecundang. Tuhan ingin kita bahagia, Ia tidak menginginkan kita menjadi susah, sedih, menderita.... kita yang memilih untuk mengikuti dosa, karena berdosa adalah pilihan dan bukan takdir!! dibanding Allah bukan seperti robot atau budak belian semata. Ia ingin kita kembali menjadi gambar dan rupaNya yang sempurna.
3. Minta Allah mengajarkan bagaimana harus hidup. Tuhanlah pemilik, sumber, pemberi hidup ini... bukan kita, jadi mintalah hikmat bagaimana cara menjalani hidup dengan cara Tuhan. Bila hidup yang adalah pemberian Allah ini kita jalani dengan cara kita... maka kita tidak akan pernahbberhasil menjalaninya dengan sempurna. Oleh karena itu mintalah kepada Allah agar Ia mengajar kita dan memberikan kita cara untuk hidup yang benar.

Kini... pilihlah... mana yang ingin kita lakukan... mengutamakan semua hal yang sifatnya sementara atau kekal??? Jangan salah memilih.... karena pilihan kita sekaranglah yang akan menentukan apa jadinya kita pada masa yang akan datang... masa yang kekal!!!

Fundamentalisme

Matius 15:1-20

Fokus:
Mengajak remaja memahami bahaya fundamentalisme, sehingga mampu menyikapinya setepat mungkin.

Fundamentalisme? Apaan tuh??? Apa artinya? Mungkin bgi sebagian besar teman-teman fundamentalisme adalah istilah yang baru dan asing di telinga. Mungkin pertanyaan ini dapat membantu kita memahami Menurut teman-teman apakah Alkitab kita bisa salah??? Apa kira- kira jawabannya yaaa??? jawabannya: Tergantung!! Loh ko, tergantung??? Berarti Alkitab kita bukan Firman Tuhan dong!! Firman Tuhan kan Ya dan Amin, jadi ga mungkin salah!!!! Tergantung disini bukanlah isinya.... tapi bahasanya... terjemahannya.....istilahnya. kenapa bisa begitu? Karena Alkitab bukanlah TULISAN YANG DIBISIKKAN SECARA LANGSUNG OLEH ALLAH kepada manusia. Alkitab memang diilhamkan oleh Roh Allah kepada manusia, karenanya Alkitab ditulis dalam ketidaksempurnaan bahasa dan pemikiran manusia.

Selain itu Alkitab kita juga ditulis dalam jaman yang berbeda dengan konteks permasalahan dan pergumulan sosial, politik, sejarah, religi, dsb...yang berbeda, termasuk dialamatkan kepada jemaat yang berbeda pula. Sehingga mau tidak mau untuk mendapatkan inti berita Alkitab secara utuh, kita perlu memahami dengan benar konteks masa ketika suatu kitab atau surat ditulis oleh sang penulis. Bukan dengan cara ‘menelan bulat-bulat’ setiap huruf yang tertulis dalam Alkitab.

Membaca ALKITAB itu bukan tanpa persoalan lohh.... bahasa Indonesia adalh bahasa yang sangat terbatas...apalagi dibandingkan dengan bahasa Yunani atau Ibrani, sebagai bahasa Alsli Alkitab. Banyak padanan kata yang tidak dimiliki oleh bahasa Indonesia, sehingga ketika kita membacanya, banyak terjemahan yang kurang tepat. Misalnya saja kata kasih. Dalam bahasa Indonesia Kasih hanya memiliki 1 padanan kata yaitu cinta... sedangkan dalam bahasa Yunani, kata kasih memiliki 4 kata yang berbeda, dengan arti dan penggunaan yang berbeda pula satu dengan yang lainnya.

Nahhh.... kalo begitu bahaya kan kalo kita salah mengartikan Alkitab kita ini!! Tapi realita berkata lain... banyak manusia yang memandang Alkitab sebagai kebenaran mutlak, yaitu kebenaran dalam tiap kata dan makna kata. Merekalah yang sering kali terjebak dalam paham atau aliran yang disebut sebagai fundamentalisme. Biasanya mereka juga memiliki sikap yang fanatik ketika melihat suatu teks. Mereka juga tidak membuka pintu dialog untuk melengkapi dan memperkaya paradigma mereka tentang Alkitab.

Dan ternyata.... paham ini sudah ada sejak jaman Yesus... dan bukan paham yang baru timbul di masa modern yang sarat akan teknologi, sebagai reaksi terhadap berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang cenderung mendorong manusia tidak lagi mengandalkan Tuhan, alih-alihb mengandalkan kekuatan dan kepndaiannya masing-masing.

Coba kita lihat seperti apa sih fundamentalisme itu menurut Alkitab:
1. Hanya berpegang pada doktrin ala manusia. Bacaan kita hari ini menunjukkan bahwa banyak orang farisi dan ahli taurat pda masa Yesus hanya mengutamakan tata cara dan tradisi nenek moyang. Mereka mencoba untuk menyerang Yesus yang membiarkan orang-orang makan tanpa mencuci tangan mereka (lihat perikop sebelumnya). Bagi mereka mencuci tangan harus dilakukan, bukan karena alasan higenitas... namun karena makan tanpa mencuci tangan adalah dosa besar. Mereka berpikir bahwa makanan yang adalah berkat Tuhan harus dimakan dengan tangan yang terlebih dahulu dikuduskan dan disucikan. Oleh karena itu bila memakan makanan tanpa mencuci tangan berarti membiarkan diri kotor saat menerima berkat Tuhan, dan itu adalah dosa besar bagi mereka.
2. memutlakkan yang tidak prinsip, dan merelatifkan yang prinsip. Yesus punya jawaban akan tuduhan pada ahli taurat dan orang farisi. Bagi Yesus mereka hanyalah orang buta yang menuntun orang buta, karena mereka hanya mementingkan perkataan manusia dan bahkan mengabaikan perkataan Tuhan. Menghormati orang tua adalah salah satu contohnya... mereka memilih untuk mecuci tangan dan memperdebatkan cuci tangan itu dibandingkan menaati orang tua yang adalah perintah Allah sendiri!!. Sama seperti kita, bila kita mati-matian memperjuangkan bahwa Yesus adalah Tuhan, tapi dalam hidup kita kita tidak menjadikan Dia sebagai satu satunya Tuhan. Atau bagi kita yang mengatakan dengan berapi-api bahwa Yesus adalah satu satunya jalan kehidupan dan keselamatan, namun tidak mengerjakan kehidupan dan keselamatan itu dalam hidup kita dengan mengasihi orang lain. Akhirnya kita menjadi orang yang munafik!!! Hanya pandai berdogma, namun tidak pandai melakukan Firman Tuhan!!!!
3. mementingkan kesucian badaniah dibanding kesucian hati. Membasuh tangan hanyalah bagian dari ritual penyucian tubuh dan bukan penyucian hati. Oleh karena itu Yesus mengatakan: “ bukan yang masuk ke dalam mulut manusia yang menajiskan manusia, namun apa yang keluar dari mulut itulah yang menajiskannya. Untuk apa kita mencuci tangan dalam rangka menguduskan tangan kita untuk menerima berkat Tuhan, bila kita masih mengeluarkan kata-kata tidak membangun... kata-kata yang tidak bermanfaat, yang hanya menjadi omong kosong tanpa nilai. Buat apa kita memilih makanan mana yang halal dan mana yang najis, bila kita di dalam hati menyimpan kemarahan, iri hati, dengki hingga dendam. Buat apa kita mencuci semua tubuh kita hanya untuk dinilai kudus, bila kita mengotorinya dengan perbuatan tidak senonoh, tidak sopan, dan tidak penuh kasih!!! Omong kosong buat orang yang hanya mementingkan dogma...tapi tidak menjalankan itu semua dengan kebesaran hati untuk menyenangkan hati Tuhan.

NAHHH...rekan remaja.... jangan sampai kita terjebak pada kesucian semu.... Tuhan tidak melihat seberapa banyak kita membelanya dalam hal mempertahankan dogma manusia... tapi Tuhan melihat kesucian hati kita; yaitu kita berkata, berlaku dengan kasih yang murni... kasih yang tanpa batas dan syarat seperti yang telah dilakukannnya bagi kita di atas kayu salib.

Jangan kita mengagungkan dogma, tapi dalam hidup itu semua hanya menjadi pemikiran belaka... dan tidak menjadi pedoman.... kalo orang amerika bilang itu semua menjadikan ucapan kita “kotoran kebo” . Kita tidak akan menajdi teladan, bila hanya mengagungkan dogma tanpa melakukannya dalam hidup kita!!!!

Jadi.... lakukanlah Firman Tuhan itu dalam hidup kita dan bukalah hati terhadap hikmat tuhan hingga kita tidak hanya dapat mengerti dengan benar apa yang difirmankan Tuhan dalam Alkitab, namun juga dengan kesungguhan hati melakukannya. Alkitab bukan hanya untuk menjadi pajangan di lemari buku kita... tapi untuk dihidupi melalui hidup kita!!! amin